Pangeran Agung Ian di Perfect Crown tidak hanya digambarkan sibuk memikul tanggung jawab besar di lingkungan istana. Di sela tekanan itu, ia justru punya kebiasaan pribadi yang membuat karakternya terasa lebih manusiawi dan tidak sepenuhnya kaku sebagai bangsawan.
Salah satu sisi yang paling menarik perhatian adalah kebiasaannya menyetir sendiri tanpa pengawal. Tindakan itu terasa berani karena ia sebenarnya dilarang pergi sendirian, sehingga momen di balik kemudi memperlihatkan dorongan kuat untuk menikmati kebebasan kecil yang masih bisa ia ambil diam-diam.
Kebebasan kecil di balik aturan istana
Kebiasaan menyetir sendiri menegaskan bahwa Ian bukan sekadar tokoh yang patuh pada aturan kerajaan. Di tengah hidup yang serba diatur, ia masih mencari ruang pribadi yang bisa ia kendalikan sendiri.
Hal serupa juga terlihat ketika ia pergi ke bioskop secara diam-diam. Karena statusnya sebagai bangsawan, ia memilih busana biasa agar tidak menarik perhatian, dan cara itu menunjukkan keinginannya menikmati hiburan layaknya orang lain.
Hobi yang dekat dengan tradisi bangsawan
Dari semua kegiatannya, berburu menjadi hobi yang paling dekat dengan latar sosialnya. Aktivitas ini menuntut ketangkasan, fokus, dan keberanian, sementara Ian digambarkan tetap memilihnya meski ia dikenal berhati lembut.
Bagi Ian, berburu bukan hanya kegiatan fisik, tetapi juga jeda dari tumpukan tugas yang terus menunggu. Saat ada waktu kosong, aktivitas itu memberi kesempatan baginya untuk keluar sejenak dari rutinitas kerja yang padat.
Selain itu, berkuda juga menjadi olahraga favoritnya. Ian lebih suka melakukannya di lapangan terbuka ketimbang di tempat latihan kerajaan, dan pilihan itu memperlihatkan kecenderungannya pada ruang yang lapang dan gerak yang lebih bebas.
Mencari tenang lewat bacaan dan seni
Di sisi yang lebih tenang, Ian dikenal gemar membaca buku. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa ia membutuhkan ruang untuk menjauh dari hiruk-pikuk istana dan menemukan ketenangan di tengah kewajiban yang menumpuk.
Membaca juga memberi kesan bahwa Ian punya sisi reflektif dan intelektual. Dalam konteks seorang bangsawan, kebiasaan itu selaras dengan tradisi yang menghargai pengetahuan dan ketertiban batin.
Minatnya pada seni terlihat dari hobi melukis, terutama ketika ia memilih objek sederhana seperti kucing dan bunga. Pilihan tema tersebut membuat sosoknya terasa lembut, personal, dan peka terhadap detail kecil di sekitarnya.
Selain melukis, Ian juga menyukai kaligrafi dengan tinta dan kuas. Ia menulis kutipan bernada petuah khas era Joseon, sehingga kegiatannya terasa dekat dengan tradisi dan disiplin yang melekat pada kehidupan kerajaan.
Sosok kompleks di balik citra tenang
Rangkaian hobi itu memperlihatkan bahwa Ian bukan hanya pewaris tanggung jawab besar. Ia juga sosok yang menyeimbangkan hidup lewat bacaan, seni, olahraga, dan kebiasaan kecil yang memberi rasa lega di tengah tekanan.
Dari berburu sampai menyetir diam-diam, kebiasaan sehari-hari Ian memperlihatkan lapisan karakter yang lebih dekat dengan manusia biasa. Di balik ruang istana yang penuh aturan, ia tetap mencari cara untuk punya jeda, ketenangan, dan sedikit kebebasan untuk dirinya sendiri.
Source: www.idntimes.com






