Di NODE Jakarta, dua pendekatan seni yang sangat berbeda dipertemukan dalam satu pameran dan saling menguatkan lewat satu benang merah: cahaya. UNBOUND: Resonating Light menghadirkan karya Allyson Jeong dan Diane Tuft dalam dialog yang mempertemukan tubuh, permukaan material, serta lanskap yang berubah.
Pameran ini berlangsung di NODE by ISA Art and Design pada 20 April hingga 24 Mei 2026. Pengunjung bisa menjumpai instalasi logam berukuran intim berdampingan dengan fotografi format besar yang membuka pandangan ke skala alam yang jauh lebih luas.
Ruang yang bergerak bersama tubuh
Karya Allyson Jeong menempatkan tubuh dan sentuhan sebagai titik berangkat. Instalasi logam buatannya tidak hanya hadir sebagai objek, tetapi juga berubah ketika pengunjung bergerak di sekitarnya.
Pendekatan itu membuat pengalaman ruang terasa aktif dan tidak statis. Penonton tidak sekadar melihat dari luar, melainkan ikut masuk ke dalam komposisi dan merasakan hubungan antara tubuh manusia dan ruang yang ditempati.
Salah satu karya Jeong, Unbound Adornment I (2024), tampil seperti anting berukuran besar yang digantung di langit-langit. Permukaannya yang berlekuk menangkap cahaya secara dinamis sehingga wujudnya terasa berubah dari satu momen ke momen berikutnya.
Karya lain, The Square of Sublime (2026), memperluas gagasan itu melalui dua bingkai baja nirkarat yang saling bersilangan dalam posisi tidak stabil. Tekstur materialnya membuat cahaya bekerja lebih aktif dan menghadirkan kesan karya yang terus hidup saat dilihat dari berbagai arah.
Lanskap yang tenang tetapi menyimpan tekanan
Di sisi lain, Diane Tuft membawa perhatian ke bentang alam melalui fotografi format besar. Karyanya merekam perubahan lingkungan dengan suasana yang terlihat tenang, namun tetap menyimpan ketegangan visual.
Synthesis Entropy (2022) menyoroti kenaikan permukaan laut global sekaligus penyusutan Great Salt Lake di Utah. Foto yang diambil dari ketinggian itu memperlihatkan perubahan dalam skala besar yang kerap luput dari perhatian harian.
Halo’s Demise, Entropy (2022) menampilkan endapan garam, mineral, dan mikroorganisme di permukaan air yang menyusut. Hasil visualnya menyerupai kerak organik berwarna merah kecokelatan, sehingga keindahan gambar berjalan beriringan dengan tanda-tanda ketidakseimbangan alam.
Cahaya sebagai penghubung dua skala
Meski berangkat dari medium yang berbeda, kedua praktik itu bertemu lewat cara cahaya bekerja pada karya. Pada Jeong, cahaya bergerak di atas logam dan mengubah kesan bentuk dari sudut ke sudut.
Adellard Arreshad dari ISA Art and Design menilai karya Jeong mengeksplorasi hubungan organik antara tubuh manusia dan ruang. Ia juga menyebut Jeong “melepaskan frekuensi yang sebelumnya terkonsentrasi pada skala tubuh ke dalam ruang arsitektural galeri.”
Pada Tuft, perubahan tidak datang dari gerak material, melainkan dari lanskap yang rapuh dan bergeser. Karena itu, pertemuan keduanya di NODE by ISA Art and Design terasa seperti percakapan antara sesuatu yang dekat dengan tubuh dan sesuatu yang jauh melampaui tubuh.
Pameran ini akhirnya menempatkan perubahan sebagai pusat perhatian, baik pada permukaan logam yang responsif maupun pada lanskap yang menandai tekanan lingkungan. Dari situ, UNBOUND: Resonating Light menunjukkan bahwa seni dapat bekerja pada dua skala sekaligus tanpa kehilangan daya visualnya.
Source: lifestyle.bisnis.com






