Di Tengah Banjir Hoaks Kesehatan AI, Pertamedika IHC dan Suara.com Siapkan Edukasi Publik Lebih Kredibel

Author: Redaksi Android62

Di tengah derasnya arus pencarian jawaban kesehatan di internet, Pertamedika IHC dan Suara.com mendorong hadirnya informasi medis yang lebih otoritatif dan mudah diakses. Keduanya melihat ruang digital kini dipenuhi konten yang cepat menyebar, termasuk jawaban dari mesin AI yang belum tentu disertai validasi tenaga medis.

Dorongan itu muncul karena hoaks kesehatan masih menjadi persoalan yang meresahkan publik. Masyarakat sering membutuhkan jawaban instan saat menghadapi keluhan kesehatan, tetapi justru berhadapan dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kebutuhan publik terhadap jawaban cepat

Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menilai persoalan hoaks kesehatan tetap menjadi pekerjaan besar. Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan penjelasan dari pakar dan dokter kompeten agar informasi yang diterima tidak menimbulkan kebingungan.

Menurut Suwarjono, banyak orang kini mencari jawaban kesehatan lewat internet karena ingin respons cepat. Kondisi itu membuat media perlu hadir dengan informasi yang sudah terverifikasi dan tetap mudah dijangkau pembaca.

Jaringan rumah sakit jadi kekuatan edukasi

Dari sisi Pertamedika IHC, Manager Corcom & Media Relation Pertaonan Doly Pane mengakui bahwa hoaks masih muncul di banyak bidang, termasuk kesehatan. Ia menilai tantangannya makin besar karena wilayah Indonesia sangat luas dan edukasi publik tidak bisa hanya mengandalkan satu saluran.

Doly menyoroti 36 rumah sakit BUMN yang tersebar di berbagai daerah sebagai modal penting untuk memperluas edukasi kesehatan. Jaringan itu disebut bisa dimanfaatkan lebih aktif bersama media agar informasi dari dokter yang kredibel lebih dekat dengan masyarakat.

Ia menyebut sebaran rumah sakit tersebut sudah ada di sejumlah daerah, termasuk Kediri, Palembang, Makassar, dan Balikpapan. Dengan dukungan media, edukasi kesehatan diharapkan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan jawaban cepat dan terpercaya.

AI perlu dilawan dengan konten yang lebih otoritatif

Wakil Pemimpin Redaksi Suara.com, Reza Gunadha, menegaskan pentingnya otoritas dalam informasi kesehatan. Ia menilai edukasi ke publik harus tetap bersumber dari narasumber yang berwenang secara keilmuan agar tidak memicu salah paham.

Reza juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang belum mudah mengakses layanan telemedicine seperti Halodoc dan Alodokter. Karena itu, banyak orang beralih ke Google dan media sosial meski kredibilitas sumber yang ditemui belum tentu jelas.

Ia menambahkan, mesin AI kini ikut mendominasi hasil pencarian dan kerap menyajikan jawaban tanpa mengacu pada penjelasan dari narasumber yang kompeten. Dalam pandangannya, kondisi ini membuat konten kesehatan yang kuat dan otoritatif semakin dibutuhkan agar publik tidak bergantung pada jawaban yang belum terverifikasi.

“Jadi sudah saatnya kita banjiri AI dengan edukasi,” kata Reza.

Teknologi membantu, tetapi validasi dokter tetap utama

Direktur Utama RS PELNI, dr. Laili Fathiyah, menyampaikan bahwa AI memang bisa dipakai sebagai langkah awal untuk mencari penjelasan. Namun, ia menegaskan bahwa informasi dari AI tidak boleh diterima mentah-mentah dan tetap harus divalidasi dokter yang kompeten.

dr. Laili menilai perkembangan AI dalam layanan kesehatan tidak bisa dihindari. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa empati dan sentuhan manusia dari tenaga kesehatan tetap menjadi unsur penting yang tidak tergantikan.

Dalam pertemuan itu, Pertamedika IHC dan Suara.com juga membahas strategi edukasi agar masyarakat tidak selalu memilih berobat ke luar negeri. Rumah sakit di Indonesia dinilai memiliki layanan yang tidak kalah premium dan bisa diperkuat melalui komunikasi publik yang tepat.

Kolaborasi media dan rumah sakit BUMN ini dinilai relevan di tengah arus konten digital yang bergerak sangat cepat. Di saat publik harus memilah antara hoaks, jawaban mesin, dan penjelasan dokter, kebutuhan akan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami menjadi semakin besar.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru