Flipper One tidak lagi terlihat sebagai multitool genggam biasa. Perangkat ini kini diarahkan menjadi mesin berbasis Linux yang jauh lebih serius, dengan dukungan hardware yang mendekatinya ke kelas PC mini.
Perubahan arah itu terlihat dari pemilihan chip ARM Rockchip RK3576, dukungan 5G dan Wi‑Fi 6E, serta keluaran HDMI yang mampu menampilkan resolusi 4K hingga 120 Hz. Dengan kombinasi tersebut, Flipper One tidak hanya menyasar pengguna yang akrab dengan eksperimen keamanan siber, tetapi juga mereka yang menginginkan perangkat portabel dengan kemampuan komputasi yang lebih lengkap.
Hardware yang naik kelas
Di bagian dapur pacu, Flipper One memakai empat inti Cortex-A72 untuk performa dan empat inti Cortex-A53 untuk efisiensi. Susunan ini memberi keseimbangan antara tenaga dan konsumsi daya, sehingga perangkat bisa diposisikan untuk tugas yang lebih berat dibanding multitool pada umumnya.
Perangkat ini juga dibekali RAM LPDDR5x 8 GB. Kapasitas itu disebut cukup untuk memasang Linux penuh, yang berarti perangkat tidak berhenti sebagai alat teknis, tetapi juga punya ruang untuk menjalankan lingkungan desktop yang lebih lengkap.
Mendekati pengalaman komputer meja kecil
Salah satu daya tarik terbesarnya ada pada dukungan HDMI untuk monitor 4K hingga 120 Hz. Fitur ini membuat Flipper One lebih dekat ke pengalaman menggunakan komputer meja kecil dibanding sekadar gadget portabel untuk kebutuhan eksperimen.
Posisi tersebut membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin membawa satu perangkat untuk dua fungsi sekaligus. Di satu sisi, Flipper One tetap mempertahankan citra sebagai alat teknis serbaguna, dan di sisi lain ia bergerak ke arah perangkat komputasi umum berbasis Linux.
Konektivitas modern ikut dibawa
Selain performa, sisi konektivitas juga mendapat perhatian. Kehadiran 5G dan Wi‑Fi 6E memberi kesan bahwa perangkat ini memang dirancang untuk mengikuti kebutuhan koneksi masa kini.
Dukungan jaringan itu menjadi pembeda karena banyak multitool sebelumnya lebih dikenal lewat fungsi lokal atau konektivitas yang terbatas. Flipper One mengambil jalur yang lebih modern dengan membawa standar koneksi yang lebih luas dan lebih cepat.
Open source tetap jadi arah pengembangan
Flipper juga menegaskan bahwa firmware open source akan kembali dihadirkan. Namun, jalur menuju Linux on ARM yang benar-benar terbuka masih memerlukan pengembangan lanjutan karena kondisi saat ini belum sepenuhnya open source.
Untuk mendorong keterlibatan komunitas, perusahaan sudah membuka portal developer bagi para programmer. Langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan Flipper One tidak hanya bergantung pada tim internal, tetapi juga dirancang agar komunitas bisa ikut terlibat.
Masih menunggu fase jual
Hingga kini, Flipper belum mengumumkan kapan Flipper One akan mulai dijual atau berapa harganya. Perangkat ini akan didanai lewat kampanye crowdfunding, sehingga perjalanannya masih berada di tahap awal dan bergantung pada dukungan calon pengguna.
Meski belum ada kepastian soal waktu rilis maupun banderol, arah produk ini sudah jelas. Flipper One sedang dibentuk sebagai perangkat yang menggabungkan multitool hacking, dukungan Linux, konektivitas modern, dan kemampuan yang mendekati PC mini dalam satu paket.
Source: www.notebookcheck.net






