Dino Patti Djalal mengingatkan bahwa demokrasi dapat menghadapi persoalan ketika terlalu bergantung pada kekuatan seorang pemimpin. Risiko itu muncul apabila lembaga negara tidak memiliki fungsi yang cukup kuat untuk menopang sistem politik secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa hadirnya pemimpin yang kuat tidak otomatis menjamin ketahanan demokrasi. Sistem demokrasi, menurutnya, harus tetap bekerja melalui institusi, bukan hanya melalui pengaruh satu figur.
Masyarakat Sipil sebagai Penyeimbang
Selain penguatan lembaga, Dino menilai masyarakat sipil memegang peran penting dalam menjaga stabilitas demokrasi. Kritik dan masukan dari publik diperlukan agar pemegang kekuasaan tetap memiliki ruang untuk mendengar pandangan di luar pemerintahan.
Menurut Dino, masyarakat sipil menjadi penyangga ketika kondisi demokrasi sedang menghadapi guncangan. Peran tersebut juga berkaitan dengan perlindungan terhadap kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
“Karena pada waktu demokrasi kita sedang goyah, yang menjaga pakunya itu, stabilizer-nya adalah masyarakat sipil. Jadi ini yang memang harus selalu dijaga,” kata Dino. Pernyataan itu menempatkan kritik publik sebagai unsur yang perlu dirawat dalam kehidupan demokratis.
Pelajaran dari Sistem Politik Masa Lalu
Ketua sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia itu menyinggung pengalaman sistem politik pada masa lalu. Ia menilai orientasi yang terlalu besar kepada sosok pemimpin dapat berjalan bersamaan dengan melemahnya lembaga.
“Karena kesalahan sistem politik kita di masa lalu adalah terlalu banyak berorientasi pada pemimpin, sosok pemimpin yang kuat tapi lembaga lemah,” ujar Dino. Ia menyampaikan peringatan tersebut di kantor Foreign Policy Community of Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
Penekanan pada institusi dimaksudkan untuk memastikan fungsi politik tidak berhenti pada figur tertentu. Lembaga negara perlu menjalankan tugasnya dengan baik agar sistem tetap memiliki pijakan yang kuat.
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Berjalan
Dino tidak menyatakan bahwa Demokrasi Indonesia sedang tidak berfungsi. Ia justru menilai demokrasi Indonesia saat ini masih berjalan baik.
Namun, penilaian itu disertai peringatan bahwa unsur pendukung demokrasi harus terus dijaga. Penguatan institusi dan ruang bagi masyarakat sipil dipandang sebagai dua hal yang perlu dipelihara secara bersamaan.
Menurut laporan Suara.com, Dino menempatkan lembaga negara yang berfungsi sebagai salah satu dasar ketahanan demokrasi. Lembaga yang bekerja baik dapat menjaga sistem ketika perhatian publik terlalu besar diarahkan kepada satu tokoh.
Dalam pandangannya, Masyarakat Sipil juga tidak hanya berperan saat muncul respons terhadap kebijakan. Kehadirannya menjadi penyeimbang yang memungkinkan kritik dan masukan tetap disampaikan kepada penguasa.
Prinsip demokrasi yang diterapkan sejak era Reformasi, menurut Dino, perlu dipertahankan melalui lembaga yang menjalankan fungsinya. Ruang kebebasan berpendapat juga harus tetap dijaga sebagai bagian dari kekuatan demokrasi.
Dino menegaskan bahwa demokrasi Indonesia perlu terus dibela dan dijaga. Pesan itu menekankan bahwa ketahanan sistem tidak cukup ditopang oleh kekuatan seorang pemimpin semata.
Source: www.suara.com






