Minat pembeli BYD Song Ultra EV terhadap paket bantuan berkendara DiPilot 300 menunjukkan bahwa fitur keselamatan pintar kini ikut menjadi alasan utama dalam memilih mobil listrik. Dari laporan resmi yang dikutip, 45 persen pembeli langsung menambahkan paket tersebut saat memesan Song Ultra EV mereka.
BYD memberi nama lain untuk DiPilot 300, yaitu “God’s Eye B”. Julukan itu menegaskan posisi sistem ini sebagai salah satu nilai jual paling menonjol pada SUV listrik tersebut, bukan sekadar pelengkap dari performa listrik dan pengisian cepat.
DiPilot 300 mengandalkan teknologi LiDAR, bukan hanya kamera atau radar biasa. Sensor ini membantu mobil membaca lingkungan sekitar dalam bentuk tiga dimensi dengan akurasi tinggi, termasuk ketika cahaya sulit atau cuaca sedang buruk.
Kemampuan itu membuat sistem ini punya peran penting dalam bantuan berkendara yang lebih maju. BYD juga merancang DiPilot 300 agar lebih responsif saat kendaraan menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan cepat.
Di dalam kabin, DiPilot 300 terhubung dengan layar putar 15,6 inci. Integrasi ini membantu menyajikan visualisasi data berkendara dengan lebih jelas bagi pengemudi dan penumpang depan.
Pemrosesan datanya didukung arsitektur e-Platform 3.0 Evo 800V. Kombinasi ini membuat aliran data dari sensor LiDAR ke sistem kemudi berlangsung sangat cepat saat diperlukan untuk intervensi keselamatan.
Respons pasar terhadap paket tambahan ini memperlihatkan perubahan prioritas di segmen mobil listrik. Pembeli kini tidak hanya mencari efisiensi dan teknologi pengisian daya, tetapi juga fitur keselamatan pintar yang bertumpu pada perangkat keras canggih.
Meski begitu, BYD tetap menempatkan flash-charging sebagai bagian penting dari identitas Song Ultra EV. Keberadaan DiPilot 300 membuat model ini tampil bukan hanya cepat mengisi daya, tetapi juga serius menjaga keselamatan penumpang.
