Disiplin kini kembali menjadi sorotan dalam pembinaan atlet Malaysia setelah Rexy Mainaky menyatakan dukungan penuh terhadap pandangan Lee Chong Wei. Bagi Direktur Kepelatihan BAM Sektor Ganda itu, disiplin bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi di dalam tim, melainkan dasar yang menentukan arah kebangkitan seorang atlet.
Rexy melihat disiplin sebagai hal yang berlaku luas, tidak hanya di lapangan bulu tangkis. Ia menilai kebiasaan disiplin dibutuhkan dalam olahraga, kehidupan sehari-hari, bisnis, dan bidang apa pun agar hasil yang dicapai tetap baik.
Pandangan itu sejalan dengan posisi Lee Chong Wei yang kini menjabat sebagai BAM Performance Committee Chairman. Mantan tunggal putra andalan Malaysia tersebut menegaskan bahwa disiplin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang atlet.
Rexy menanggapi sikap itu dengan tegas. Ia menyatakan bahwa dirinya sepenuhnya mendukung penekanan Lee dan menempatkan disiplin sebagai prioritas utama dalam pembinaan pemain.
Dalam konteks tim nasional, disiplin dipandang sebagai syarat penting jika skuad ingin kembali bersaing di level tertinggi. Hal itu tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan pada instruksi pelatih, tetapi juga menyangkut sikap dan tanggung jawab pemain sebagai pebulu tangkis nasional.
Bagi BAM, penegakan aturan terhadap pemain tim nasional sudah berada di jalur yang tepat. Dorongan agar para pemain mematuhi aturan dinilai menjadi bagian dari proses membangun kembali standar tim.
Kesamaan pandangan antara pimpinan kepelatihan dan figur senior BAM ini memperlihatkan satu pesan yang sama. Pembenahan mental, kebiasaan harian, dan kedisiplinan pribadi ikut menentukan apakah seorang atlet mampu menjaga standar dan mengangkat prestasi tim.
Dalam kerangka itu, disiplin tidak lagi diposisikan sebagai alat pengendali semata. Disiplin juga menjadi ukuran keseriusan seorang pemain dalam membangun karier dan membantu tim meraih kembali daya saingnya.
Source: www.juara.net