Disney Catat Laba Per Saham Melampaui Target, Disney+ Akhirnya Berbalik Untung

Laba per saham Walt Disney Co. melonjak menjadi US$1,57 pada kuartal kedua fiskal, melampaui perkiraan analis sebesar US$1,51. Di saat yang sama, pendapatan total perusahaan naik 7 persen menjadi US$24,9 miliar, menandai perbaikan kinerja yang didorong oleh banyak lini usaha sekaligus.

Yang paling menonjol dari hasil itu adalah perubahan nasib bisnis streaming Disney. Setelah lama menjadi beban operasional, Disney+ akhirnya mencatat margin laba dua digit untuk pertama kalinya sejak diluncurkan, sehingga unit ini mulai memberi kontribusi nyata terhadap laba perusahaan.

Streaming mulai berubah jadi penopang

Pencapaian Disney+ menjadi sinyal penting bagi Disney karena perusahaan selama bertahun-tahun harus menanggung kerugian operasional di bisnis streaming. Kini manajemen menempatkan Disney+ sebagai pusat ekosistem yang menghubungkan konten olahraga, gim, dan hiburan.

Di saat yang sama, Disney juga mendorong inovasi teknologi untuk memperdalam interaksi penggemar dalam satu platform yang lebih terpadu. Arah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar langganan, tetapi juga keterikatan pengguna di seluruh layanan yang dimilikinya.

Film layar lebar ikut mengangkat hasil

Kinerja perusahaan juga mendapat dorongan besar dari film-film blockbuster. Avatar: Fire and Ash, Zootopia 2, dan Hoppers secara akumulatif menghasilkan lebih dari US$3,7 miliar di box office global.

Dorongan dari layar lebar itu membantu divisi hiburan mencatat laba operasional yang melampaui ekspektasi. Bersama divisi pengalaman dan olahraga, lini hiburan juga ikut menopang kenaikan hasil kuartalan Disney.

Resor dan pelayaran masih jadi mesin uang

Di luar layar kaca dan bioskop, pengeluaran pengunjung di resor dan pelayaran tetap tinggi. Kondisi itu membantu mempertahankan performa bisnis pengalaman Disney, terutama di taman hiburan Florida dan California.

Meski begitu, jumlah wisatawan asing turun tipis 1 persen sehingga laju pertumbuhan di sektor ini tidak sepenuhnya merata. Namun, perusahaan menilai tren pada paruh kedua tahun ini mulai membaik dan pemesanan ke depan masih sangat menggembirakan untuk sisa tahun ini.

Olahraga tetap kuat, tetapi ESPN menghadapi biaya lebih tinggi

Segmen olahraga juga mencatat laba operasional yang melampaui ekspektasi, meski pendapatannya turun 5 persen. Penurunan itu terutama dipicu biaya program yang lebih tinggi di ESPN.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Disney masih harus menyeimbangkan pertumbuhan dan biaya di lini olahraga. Namun secara keseluruhan, kontribusi dari hiburan, pengalaman, dan olahraga tetap cukup kuat untuk menjaga laju bisnis perusahaan.

Arah baru di bawah kepemimpinan D’Amaro

Hasil kuartalan ini juga memperkuat posisi Josh D’Amaro, yang menjabat CEO sejak Maret lalu. Dalam keterbukaan kepada pemegang saham, Disney memproyeksikan pertumbuhan laba per saham sebesar 12 persen untuk tahun fiskal ini.

Chief Financial Officer Hugh Johnston mengatakan perusahaan lebih memilih memonetisasi merek TV linear ketimbang melepasnya. Menurut dia, Disney ingin mengintegrasikan bisnis televisi itu ke dalam unit digital sambil tetap mengoptimalkan nilainya.

Disney juga menyiapkan ekspansi besar di bisnis pelayaran. Armada kapal pesiar direncanakan bertambah dari delapan menjadi 13 kapal pada 2031, sejalan dengan upaya perusahaan menyatukan streaming, hiburan, dan pengalaman langsung dalam satu ekosistem yang saling menopang.

Di sisi konsumen, Disney+ diposisikan sebagai platform terpadu yang menggabungkan tiket, merchandise, dan konten film. Dengan struktur itu, Disney berusaha menjadikan setiap titik kontak dengan penonton sebagai bagian dari mesin pertumbuhan yang lebih luas.

Berita Terkait