Dividen Telkom Naik Melampaui Tahun Lalu, DPR Soroti Manfaatnya bagi Publik

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat capaian dividen 22 persen pada 2026, lebih tinggi dibanding 2025 yang berada di level 21,05 persen. Komposisi dividen tahun depan itu terdiri dari 11,46 persen untuk pemerintah dan 10,54 persen untuk pemegang saham.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini menyampaikan capaian tersebut bersamaan dengan pembahasan kinerja serta peta jalan rencana kerja korporasi pada 2026. Peningkatan ini dipandang sebagai tanda bahwa penguatan kinerja keuangan perusahaan masih berjalan seiring dengan agenda transformasi.

Dapat apresiasi dari Komisi VI DPR

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar, Firnando H. Ganinduto, memberi apresiasi atas kenaikan dividen tersebut. Ia menilai hasil usaha yang lebih baik patut dihargai karena tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada kepentingan rakyat.

Firnando menegaskan bahwa dividen perusahaan pelat merah tidak sekadar soal angka keuangan. Menurut dia, capaian yang lebih baik seharusnya memberi manfaat yang lebih luas bagi publik.

Tekanan agar Telkom tetap relevan

Di sisi lain, Firnando mengingatkan Telkom untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia menyoroti perlunya transformasi perusahaan agar tidak tertinggal di tengah perkembangan ekonomi kreatif dan ekosistem digital yang bergerak cepat.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran talenta digital di tubuh Telkom. Menurut dia, program dan langkah transformasi perusahaan harus mampu mengikuti arah kebijakan pemerintah yang mendorong ekonomi kreatif.

Penunjukan ulang Dian Siswarini

Firnando turut menyampaikan selamat atas penunjukan kembali Dian Siswarini sebagai Direktur Utama Telkom. Ia menyebut keputusan itu sebagai tanda bahwa Dian dinilai mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.

Menurut Firnando, kepercayaan pemerintah terhadap Dian menunjukkan adanya apresiasi atas kinerja dan kepemimpinannya. Ia juga menilai pengalaman Dian di dunia usaha menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan industri telekomunikasi yang terus berubah.

Kenaikan dividen Telkom pada 2026 membuat posisi perusahaan kembali menjadi sorotan, terutama karena hasil tersebut berkaitan langsung dengan kontribusi kepada negara dan pemegang saham. Di saat yang sama, dorongan agar transformasi dan talenta digital ikut diperkuat menunjukkan bahwa pembahasan di DPR tidak berhenti pada angka dividen semata.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait