DLSS Menguatkan Gambar Pragmata Di Switch 2, Namun FPS Masih Jauh Di Bawah PS5

Pragmata versi Switch 2 disebut masih mampu menampilkan gambar yang meyakinkan, tetapi kelancarannya justru menjadi titik paling lemah saat dibandingkan dengan PS5. Berdasarkan ringkasan pengujian yang dibahas Notebookcheck dari Digital Foundry, frame rate pada konsol Nintendo itu mudah turun ketika game masuk ke area yang lebih padat.

Perbedaan ini paling terasa saat lingkungan mulai kompleks. Dalam kondisi seperti itu, Switch 2 disebut bergerak di kisaran 30-an hingga 40-an fps, sementara PS5 lebih sering mendekati target 60 fps saat memakai mode performa.

Kelancaran Jadi Pembeda Utama

Masalah terbesar pada Pragmata di Switch 2 bukan sekadar angka frame rate yang lebih rendah, melainkan kestabilannya. Saat permainan berada di area luar ruangan yang ramai atau penuh detail, performa lebih mudah bergoyang dan potensi stutter menjadi lebih terasa.

Situasinya membaik ketika game masuk ke area indoor. Pada bagian seperti ini, versi Switch 2 dapat mendekati 60 fps, meski tidak selalu bertahan stabil sepanjang permainan.

Berikut gambaran singkat dari hasil pengujian tersebut:

  1. Switch 2: frame rate turun ke kisaran 30-an hingga 40-an fps di adegan berat.
  2. PS5: lebih sering mendekati 60 fps pada mode performa.
  3. Switch 2 handheld: kelancaran dan kejernihan gambar turun lebih jauh.
  4. PS5: tidak memiliki skenario portabel yang sebanding.

Visual Tetap Menarik, tetapi Ada Pengurangan

Dari sisi tampilan, Capcom tampaknya tidak sekadar memindahkan game ini apa adanya ke Switch 2. Notebookcheck mencatat bahwa pencahayaan dan bayangan pada versi Nintendo dibuat lebih sederhana dibandingkan PS5.

Efek ambient occlusion juga dilaporkan tidak sekuat di konsol Sony. Akibatnya, beberapa permukaan terlihat lebih datar, refleksi tampak lebih kasar, dan nuansa visual di sejumlah adegan tidak sedalam versi PS5.

Pengurangan juga muncul pada detail karakter. Digital Foundry menyoroti rambut Diana yang tidak memakai sistem strand hair seperti pada versi yang lebih kuat, dan hal itu semakin terlihat karena kamera kerap menyorot bagian belakang kepala karakter tersebut.

DLSS Membantu Ketajaman Gambar

Meski banyak kompromi, ada satu aspek teknis yang membantu menjaga kualitas visual tetap layak. Digital Foundry menilai DLSS memberi dorongan besar pada ketajaman gambar di Switch 2, meski tetap belum mampu menutup jarak dengan PS5 sepenuhnya.

Analisis itu memperkirakan Pragmata melakukan upscaling dari sekitar 540p ke 1080p. Sementara itu, output akhir PS5 berada di 1440p, sehingga versi konsol Sony masih punya keuntungan jelas pada resolusi.

Dalam praktiknya, dunia futuristis Pragmata di Switch 2 tetap disebut cukup meyakinkan untuk ukuran perangkat handheld. Namun, saat gambar dibawa ke mode portabel, performa dan kejernihan visual semakin tertekan.

Mode Handheld Memperjelas Batas Perangkat

Saat dimainkan tanpa dock, keterbatasan Switch 2 terlihat lebih jelas. Notebookcheck menyebut frame rate semakin lemah dan kualitas gambar ikut menurun, sehingga kompromi teknis sulit diabaikan.

Digital Foundry juga menilai game ini kemungkinan akan terasa lebih nyaman jika dibatasi pada 30 fps atau 40 fps, terutama bila dipasangkan dengan VRR pada perangkat yang mendukung. Dengan kondisi seperti itu, versi Switch 2 masih punya daya tarik, tetapi pengalaman bermainnya tetap sangat bergantung pada seberapa berat adegannya.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa Pragmata di Switch 2 masih sanggup menjaga identitas visualnya, namun masalah kelancaran membuat versi PS5 tetap unggul cukup jauh, terutama saat game menuntut respons cepat dan konsistensi frame rate.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait