Docking Cepat Shenzhou-23 Ke Tiangong Jadi Modal China Uji Astronaut Setahun Di Orbit

Author: Redaksi Android62

Misi Shenzhou-23 langsung mencuri perhatian karena kru barunya tidak hanya tiba cepat di Tiangong, tetapi juga membawa target uji yang jauh lebih ambisius dari rotasi biasa. China Manned Space Agency menempatkan penerbangan ini sebagai bagian dari eksperimen antariksa penuh pertama yang menuntut satu astronaut bertahan selama 12 bulan di orbit.

Tiga astronaut Shenzhou-23 merapat ke stasiun luar angkasa Tiangong hanya 3,5 jam setelah lepas landas. Docking otomatis itu selesai pada 2:45 dini hari waktu Beijing, Senin, 25 Mei 2026, sebelum palka dibuka dan kru masuk ke modul inti Tianhe untuk bertemu tim Shenzhou-21 yang lebih dulu berada di sana.

Peluncuran dilakukan pada 24 Mei 2026 pukul 23:08 CST dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan. Roket Long March 2F membawa wahana itu dari kawasan Gurun Gobi, lalu menjalankan rendezvous dan docking otomatis cepat ke port nadir modul inti Tianhe.

Kecepatan pertemuan dan penyambungan ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bahwa operasi berawak China semakin rapi dan matang di orbit Bumi. Misi tersebut juga tercatat sebagai penerbangan resmi ke-16 dalam program antariksa berawak negara itu.

Di atas wahana itu, Shenzhou-23 membawa tiga awak dengan tugas berbeda. Komandan misi adalah Zhu Yangzhu, pilotnya Zhang Zhiyuan, dan spesialis muatan Li Jiaying.

Mereka memulai masa tinggal enam bulan di orbit sebagai bagian dari rotasi kru reguler di Tiangong. Pola pergantian ini telah menjadi fondasi operasi stasiun luar angkasa China dalam beberapa tahun terakhir karena stasiun terus dijaga, dioperasikan, dan dirawat secara berkelanjutan.

Namun misi ini tidak berhenti pada rutinitas rotasi. China Manned Space Agency menetapkan Shenzhou-23 sebagai bagian dari pengujian penerbangan antariksa penuh pertama selama satu tahun, dengan satu astronaut tetap berada di orbit selama 12 bulan untuk mengumpulkan data tentang adaptasi biologis manusia.

Data tersebut penting untuk memahami dampak penerbangan jangka panjang terhadap tubuh manusia. Karena itu, Shenzhou-23 memiliki nilai lebih besar daripada sekadar pergantian kru biasa di Tiangong.

Shenzhou sendiri kini menjadi jalur transportasi utama bagi taikonaut yang bertugas di stasiun itu. Program ini menopang pengiriman kru yang membangun, mengoperasikan, dan merawat stasiun luar angkasa permanen tiga modul milik China.

Istilah taikonaut merujuk pada astronaut China. Sebutan itu kerap dipakai di media Barat untuk membedakan pelancong antariksa China dari astronaut Amerika atau kosmonaut Rusia.

Wahana Shenzhou awalnya diturunkan dari teknologi Soyuz Rusia, tetapi kini telah dimodernisasi secara besar-besaran dan diperbesar. Konfigurasinya terdiri dari modul orbital, kapsul masuk kembali, dan modul propulsi.

Perkembangan program berawak China berjalan bertahap sejak misi tanpa awak Shenzhou 1 sampai 4 pada fase awal 1999 hingga 2002. Tahap itu dipakai untuk menguji sistem peluncuran, operasi orbital, dan kemampuan masuk kembali otomatis.

Terobosan besar datang lewat Shenzhou 5 pada 2003 saat Yang Liwei menjadi astronaut China pertama di luar angkasa. Momen itu menjadikan China negara ketiga yang mampu mengirim manusia ke orbit secara mandiri.

Pada periode 2005 hingga 2016, kemampuan program ini berkembang pesat. Shenzhou 7 mencatat perjalanan luar wahana pertama China, sementara misi berikutnya menunjukkan kemampuan docking otomatis dengan laboratorium antariksa Tiangong-1 dan Tiangong-2.

Sejak 2021, China memasuki era Tiangong dengan fokus pada keberadaan manusia jangka panjang di luar angkasa. Rotasi kru rutin selama enam bulan kini menjadi ciri utama operasi stasiun itu, dan keberhasilan Shenzhou-23 memperkuat Tiangong sebagai platform operasional aktif untuk eksperimen durasi panjang serta persiapan misi China yang lebih jauh.

Misi ini juga dipandang sebagai wahana uji operasional penting untuk mendukung target pendaratan berawak China ke Bulan pada 2030. Dengan begitu, peluncuran cepat, docking otomatis, dan transisi kru yang mulus di orbit rendah Bumi menjadi bagian dari kesiapan teknologi dan prosedur untuk langkah yang lebih kompleks di masa depan.

Source: sundayguardianlive.com
Berita Terbaru