Dokter Ungkap Tiga Cara Sederhana Saat Makan Di Luar, Agar Ginjal Tak Terbebani Garam

Author: Redaksi Android62

Bagi orang yang sering makan di luar, kuah dan saus sering menjadi sumber natrium yang paling mudah luput dari perhatian. Padahal, justru dua elemen itu bisa membuat asupan garam harian melonjak tanpa terasa dan menambah beban kerja ginjal dalam jangka panjang.

Dokter spesialis ginjal dari Taiwan, Dr Hong Yung-Hsiang, menyebut natrium sebagai “musuh tersembunyi” karena dampaknya tidak selalu langsung terasa dalam satu kali makan. Risiko ini menjadi penting untuk diwaspadai, terutama karena di Taiwan sekitar 2 juta orang tercatat menderita penyakit ginjal kronis dan konsumsi makanan asin dalam waktu lama termasuk faktor yang disorot.

Kuah, saus, dan bumbu gurih yang sering jadi sumber masalah

Makanan yang dibeli di luar rumah umumnya diolah agar terasa lebih kuat di lidah. Karena itu, kuah, saus, dan bumbu gurih sering dipakai untuk memberi rasa, tetapi bagian inilah yang kerap membawa natrium tinggi.

Sejumlah studi yang dirujuk dalam artikel sumber menunjukkan bahwa asupan natrium yang tinggi berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit ginjal kronis. Sebaliknya, pembatasan garam disebut dapat membantu menurunkan protein dalam urin atau proteinuria dan mendukung pengendalian tekanan darah.

Tiga langkah sederhana yang disarankan dokter

Dr Hong membagikan tiga cara praktis bagi orang yang sering jajan atau makan di luar. Langkah-langkah ini tidak menuntut seseorang berhenti menikmati makanan favorit, tetapi menekankan pengurangan garam dari kebiasaan harian.

Langkah pertama adalah membatasi minum kuah. Kuah mi, sup, dan kaldu biasanya menyimpan konsentrasi natrium yang tinggi, sehingga jika diminum berlebihan beban pada ginjal ikut bertambah.

Langkah kedua adalah memisahkan saus dari makanan. Saus cocol maupun saus salad sebaiknya tidak langsung dicampur ke seluruh hidangan, karena garam bisa masuk lebih banyak ketika semua bagian makanan terlapisi saus.

Langkah ketiga adalah membatasi makanan berat hanya sekali sehari. Jika satu kali makan sudah terasa asin atau kaya bumbu, pilihan makan berikutnya sebaiknya dibuat lebih ringan agar tubuh tidak terus menerima beban yang sama.

Perubahan kecil yang lebih mudah dijalankan

Pesan utama dari anjuran tersebut ada pada kebiasaan kecil yang bisa dibuat konsisten. Dr Hong menegaskan bahwa menjaga ginjal tidak berarti harus meninggalkan semua makanan yang disukai.

“Kita tidak harus sepenuhnya meninggalkan makanan yang kita sukai. Kuncinya adalah mengurangi dampaknya melalui pilihan kecil setiap hari,” ujarnya.

Karena sifatnya sederhana, cara ini relatif mudah diterapkan dalam rutinitas makan. Tidak menghabiskan kuah, tidak langsung menuang saus berlebihan, dan menyeimbangkan makanan asin dengan pilihan yang lebih ringan pada waktu makan berikutnya bisa membantu menekan paparan natrium harian.

Mengapa penting bagi yang rutin jajan di luar

Orang yang sering membeli makanan di luar biasanya tidak punya kendali penuh atas jumlah garam dalam hidangan. Situasi ini membuat perhatian pada detail kecil, seperti seberapa banyak kuah diminum atau saus dipakai, menjadi semakin penting.

Dengan mengurangi tiga sumber utama itu, asupan natrium harian dapat ditekan tanpa harus mengubah seluruh kebiasaan makan secara drastis. Bagi mereka yang kerap jajan di luar, langkah sederhana tersebut menjadi cara yang realistis untuk membantu menjaga fungsi ginjal dalam jangka panjang.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru