Dominik Livakovic membuktikan bahwa satu kiper bisa mengubah arah pertandingan besar. Di Piala Dunia 2022, ia tampil sebagai tembok terakhir Kroasia saat menghadapi Jepang dan Brasil, dua laga yang menempatkannya di pusat perhatian dunia.
Penampilan paling mencolok datang pada babak 16 besar ketika Kroasia bertemu Jepang. Livakovic mencatat 11 penyelamatan, jumlah yang menjadi rekor turnamen, lalu menahan tiga eksekusi penalti dalam adu tos-tosan.
Peran itu berlanjut saat melawan Brasil di perempat final. Ketenangannya di bawah tekanan membantu Kroasia melewati salah satu favorit juara dan menjaga langkah mereka tetap hidup hingga babak empat besar.
| Momen | Lawan | Catatan Utama |
|---|---|---|
| Babak 16 besar | Jepang | 11 penyelamatan dan 3 penepis penalti |
| Perempat final | Brasil | Menjaga Kroasia tetap kompetitif dalam laga tekanan tinggi |
Livakovic lahir di Zadar, Kroasia, pada 9 Januari 1995. Ia memiliki tinggi 1,88 meter, postur yang membuatnya kuat dalam duel satu lawan satu dan situasi penalti.
Karier mudanya dimulai di NK Zadar, klub kota kelahirannya, sebelum berlanjut ke NK Zagreb. Di sana ia menjalani debut profesional dan mulai membangun reputasi sebagai penjaga gawang yang stabil.
Langkah besar berikutnya datang pada 2016 ketika ia bergabung dengan Dinamo Zagreb. Bersama klub itu, Livakovic tampil lebih dari 290 kali di semua kompetisi dan berkembang menjadi kiper utama yang konsisten.
Selama berseragam Dinamo Zagreb, ia meraih enam gelar Croatian First Football League, dua Croatian Cup, dan satu Croatian Super Cup. Pengalaman di kompetisi UEFA turut memperkaya jam terbangnya di level tertinggi.
Pada musim panas 2023, Livakovic pindah ke Fenerbahce. Kepindahan tersebut menandai babak baru dalam karier klubnya sekaligus membawanya ke persaingan domestik yang sangat kompetitif di Turki.
Di level tim nasional, Livakovic menjalani debut senior untuk Kroasia pada 11 Januari 2017. Laga persahabatan melawan Chile di China Cup berakhir 1-1 dan menjadi titik awal perjalanan internasionalnya bersama Vatreni.
Awalnya ia berada di belakang Danijel Subasic. Setelah Piala Dunia 2018, posisinya naik menjadi pilihan utama dan sejak itu ia menjadi bagian penting dalam UEFA Nations League, Kualifikasi Piala Dunia, Kejuaraan Eropa, dan Piala Dunia.
Statusnya sebagai kiper nomor satu Kroasia semakin kuat setelah Danijel Subasic pensiun. Sejak saat itu, Livakovic menjadi salah satu pemain paling dipercaya di skuad nasional.
Kombinasi tinggi badan, refleks cepat, dan ketenangan menjadikan Livakovic menonjol di antara penjaga gawang seangkatannya. Keunggulan itu terlihat jelas ketika Kroasia membutuhkan sosok yang mampu bertahan saat pertandingan masuk fase paling menegangkan.
Dengan pengalaman panjang di klub dan tim nasional, Livakovic tetap memegang peran penting bagi Fenerbahce dan Kroasia. Reputasinya sebagai kiper andalan terus terjaga setelah lebih dari satu dekade tampil di level atas.
Source: bolavip.com






