Proses produksi film horor Dosa, Penebusan atau Pengampunan sempat menemui jalan buntu ketika tim ingin memakai hotel asli di Malang. Pengelola bangunan menolak izin syuting karena khawatir tempat itu kemudian dicap angker oleh masyarakat.
Situasi itu membuat tim produksi beralih ke pilihan lain dan membangun set hotel sendiri di studio. Bahkan, dua studio disewa sekaligus agar kebutuhan pengambilan gambar tetap terpenuhi dan suasana horor yang diinginkan tetap terjaga.
Di layar, hotel tua itu menjadi ruang yang tidak sekadar gelap dan sunyi, tetapi juga menyimpan ancaman psikologis bagi para tokohnya. Dari tempat itulah teror perlahan tumbuh dan mengait pada rahasia masa lalu yang belum selesai.
Film garapan Sondang Pratama ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 11 Juni 2026. Ia membawa kisah yang menempatkan rasa bersalah, konsekuensi pilihan, serta harapan akan pengampunan sebagai inti cerita.
Sondang menjelaskan bahwa judul Dosa dipilih karena berangkat dari kegelisahan terhadap kebiasaan manusia modern yang makin menormalisasi tindakan keliru dan kejahatan. Lewat film ini, kegelisahan tersebut diterjemahkan ke dalam horor yang tetap dekat dengan realitas kehidupan.
Cerita berpusat pada pasangan suami istri, Bima dan Ersya, yang tetap nekat berangkat ke luar kota meski Nungki, ibu Ersya, sudah memberi firasat buruk. Keputusan itu membuka rangkaian peristiwa yang makin gelap setelah Ersya mengambil langkah ekstrem agar rencana mereka tetap berjalan.
Perjalanan mereka kemudian berubah menjadi bencana saat berpapasan dengan Nanang, sopir truk yang ugal-ugalan. Kecelakaan hebat di kawasan perbukitan membuat keduanya terluka dan akhirnya mencari perlindungan di hotel tua tersebut.
Di sana, Sheren hadir sebagai resepsionis dengan sikap yang tidak ramah. Setelah itu, pesan-pesan misterius mulai bermunculan dan mengarah pada sesuatu dari masa lalu yang belum dituntaskan.
Teror yang mengejar Bima dan Ersya digambarkan datang dari sosok algojo tak kasat mata. Kehadiran ancaman itu seolah menegaskan bahwa setiap dosa membawa ganjaran yang sulit dihindari.
Dengan jajaran pemeran utama Muhammad Riza Irsyadillah, Jennifer Eve, Revaldo, Dominique Sanda, dan Dede, film ini menempatkan ketakutan, penyesalan, dan pencarian pengampunan dalam satu ruang yang sama. Dosa, Penebusan atau Pengampunan pun hadir sebagai horor yang tidak hanya mengandalkan kejutan, tetapi juga menekan lewat beban moral para karakternya.
Source: mediaindonesia.com