Arema FC menutup laga di Stadion Kanjuruhan dengan kemenangan meyakinkan atas Persis Solo. Skor 2-0 tercipta berkat dua gol Gabriel Silva yang menjadi pembeda utama dalam duel lanjutan BRI Super League 2025/2026 tersebut.
Hasil ini memperlihatkan bagaimana Arema tampil efisien ketika mendapat peluang penting. Persis memang sempat mencoba memberi tekanan, tetapi tuan rumah lebih rapi dalam menjaga area pertahanan dan tetap tenang saat menguasai jalannya pertandingan.
Gabriel Silva jadi penentu kemenangan
Nama Gabriel Silva menyita perhatian sejak babak pertama. Ia membuka keunggulan Arema setelah menerima umpan lambung dan menyelesaikannya dengan tembakan melengkung yang tidak mampu dihentikan kiper Persis.
Gol itu memberi dampak besar bagi permainan Singo Edan. Setelah unggul lebih dulu, Arema bermain lebih percaya diri tanpa kehilangan kerapian dalam bertahan.
Pada babak kedua, Gabriel kembali menunjukkan ketajamannya. Gol keduanya memperlebar jarak sekaligus membuat Persis semakin sulit mencari celah untuk bangkit.
Dua gol dari pemain yang sama menegaskan bahwa Arema tidak membutuhkan banyak peluang untuk menghasilkan ancaman nyata. Efektivitas seperti ini menjadi pembeda saat laga berjalan ketat.
Disiplin menjadi fondasi permainan Arema
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menilai timnya mampu menjalankan rencana pertandingan dengan baik. Ia menyebut disiplin dan fokus pemain sebagai faktor penting yang menjaga performa tim sepanjang laga.
“Kami bermain dengan disiplin dan fokus sepanjang pertandingan. Para pemain menunjukkan karakter yang kuat dan menjalankan rencana permainan dengan sangat baik,” ujar Marcos Santos.
Ucapan itu selaras dengan jalannya pertandingan. Saat Persis berusaha menambah tekanan, Arema tetap menjaga struktur permainan dan tidak memberi ruang berlebihan kepada lawan.
Konsistensi di lini belakang ikut membantu Arema mempertahankan kendali. Situasi ini membuat Persis kesulitan mengubah peluang yang mereka dapat menjadi ancaman yang benar-benar berbahaya.
Persis kesulitan memaksimalkan peluang
Dari kubu tamu, Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui timnya tampil kurang tajam di depan gawang. Ia menilai Persis sebenarnya memperoleh sejumlah kesempatan, tetapi tidak cukup efektif dalam penyelesaian akhir.
“Arema tampil lebih efektif, terutama dalam memanfaatkan peluang. Kami memiliki beberapa kesempatan, tetapi tidak cukup tajam di depan gawang,” kata Milomir Seslija.
Pengakuan itu menunjukkan bahwa Persis tidak sepenuhnya tanpa perlawanan. Namun, tanpa ketepatan dalam eksekusi, peluang yang ada tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan.
Selain soal ketajaman, Persis juga menyoroti aspek koordinasi dan konsentrasi. Evaluasi itu menjadi penting agar tim tidak kembali kehilangan kontrol ketika menghadapi lawan yang bermain disiplin dan efisien.
Modal penting bagi Arema, pekerjaan rumah untuk Persis
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Arema dalam menjaga momentum di persaingan BRI Super League 2025/2026. Tiga poin di kandang memperkuat posisi mereka sekaligus menegaskan bahwa tim memiliki pemain yang bisa tampil sebagai penentu di laga penting.
Gabriel Silva muncul bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai sosok yang memberi ketenangan bagi permainan tim. Perannya sangat terasa ketika Arema perlu menjaga keunggulan dan meredam upaya Persis untuk mengejar ketertinggalan.
Bagi Persis, hasil di Kanjuruhan meninggalkan catatan yang cukup jelas. Penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan di momen penting menjadi dua hal utama yang perlu segera dibenahi agar tim lebih siap menghadapi pertandingan berikutnya.
Source: mediaindonesia.com






