Dua Kacamata Pintar Acer Tampil Beda, Satu Fokus Layar AR, Satu Andalkan Gemini Dan Kamera

Author: Redaksi Android62

Acer memilih jalur yang tidak biasa di pasar kacamata pintar. Alih-alih mendorong satu perangkat serba bisa, perusahaan ini justru menyiapkan dua model dengan fokus yang sangat berbeda: satu mengejar pengalaman layar besar, sementara yang lain menonjolkan AI dan mobilitas tanpa kabel.

Langkah itu terlihat jelas lewat AR Vision GR0 dan GI0. Keduanya sama-sama masuk ke kategori kacamata pintar, tetapi target pengguna dan cara pakainya dibuat berlawanan.

Satu fokus pada tampilan, satu lagi pada bantuan pintar

AR Vision GR0 diposisikan sebagai layar pribadi portabel. Perangkat ini membawa dua layar Micro OLED beresolusi 1920 x 1080 dengan refresh rate 60Hz, lalu diklaim memberi sensasi seperti melihat layar 172 inci dari jarak sekitar enam meter.

Acer juga menyertakan dukungan warna 95% DCI-P3 dan rasio kontras 50.000:1. Semua detail itu menunjukkan bahwa GR0 lebih menekankan kualitas visual daripada fungsi pintar yang serba mandiri.

Berbeda dari GR0, GI0 diarahkan sebagai kacamata pintar yang lebih ringan dan nirkabel. Perangkat ini hanya berbobot 46 gram dan mengandalkan koneksi Wi-Fi 5 atau Bluetooth 5.0 untuk tersambung ke ponsel.

Di sisi fitur, GI0 menjadikan Google Gemini sebagai pusat pengalaman AI. Pengguna bisa memanfaatkannya untuk kueri suara hands-free, terjemahan real-time, dan caption berbasis AI saat sedang bergerak.

Dua perangkat, dua cara penggunaan

Perbedaan paling besar antara keduanya ada pada cara kerja. GR0 tidak membawa prosesor sendiri, sehingga harus terhubung ke ponsel, laptop, atau PC agar bisa digunakan.

Pilihan itu membantu bobotnya tetap ringan di 69 gram. Namun pengguna harus siap dengan koneksi kabel, yang jelas tidak cocok untuk semua situasi.

Acer melengkapi GR0 dengan speaker near-ear, pelacakan kepala 3DoF, dan dukungan lensa resep magnetik. Kombinasi ini membuat perangkat tersebut terasa lebih dekat ke kacamata tampilan pribadi daripada kacamata pintar yang fokus pada kamera atau interaksi sosial.

GI0 mengambil arah yang berlawanan. Selain nirkabel sepenuhnya, perangkat ini juga membawa kamera 12MP yang dapat menghasilkan foto 4032 x 3024 dan merekam video 1080p pada 30fps.

Kacamata ini juga dibekali tiga mikrofon, penyimpanan internal 32GB, dan aplikasi pendamping Acer AspireSync untuk pengaturan awal. Meski begitu, baterai 217mAh menunjukkan bahwa daya tahan seharian penuh tampaknya bukan prioritas utamanya.

Harga dan jadwal rilis

Kedua model dijadwalkan meluncur ke Amerika Utara, Eropa, dan Australia pada akhir 2026. Sebagian besar pasar akan mulai menerimanya pada kuartal keempat 2026.

AR Vision GR0 dipasarkan mulai $499.99 di Amerika Serikat. Di Eropa, harganya €599, sedangkan di Australia dibanderol AUD 999.

GI0 hadir sebagai opsi yang lebih murah. Harga awalnya $299.99 di Amerika Serikat, €399 di Eropa, dan AUD 599 di Australia.

Australia mendapat jadwal yang sedikit lebih cepat dibanding wilayah lain. Kedua perangkat disebut hadir satu kuartal lebih awal daripada target Q4 di sebagian besar pasar lain.

Dengan pemisahan ini, Acer tampak sengaja membaca pasar wearable dari dua sisi sekaligus. GR0 menonjol sebagai perangkat visual yang mendekati layar raksasa, sedangkan GI0 ditawarkan sebagai kacamata pintar yang lebih ringan, lebih terjangkau, dan lebih mengandalkan AI.

Source: www.gizmochina.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru