Dua Layar Masih Jadi Kekuatan Utama Asus ROG Zephyrus Duo 2026, Meski Tenaganya Dipangkas

Harga varian 32 GB RAM pada Asus ROG Zephyrus Duo terbaru langsung menempatkannya di kelas yang sangat eksklusif, dengan banderol lebih dari $5500. Di titik harga seperti itu, laptop ini jelas tidak ditujukan untuk semua orang, melainkan untuk pengguna yang benar-benar membutuhkan kombinasi dua layar dan perangkat grafis kelas atas dalam satu mesin.

Justru di sinilah karakter Zephyrus Duo versi terbaru terlihat paling jelas. Asus tidak lagi memosisikan perangkat ini sebagai laptop yang sekadar mengejar angka performa setinggi mungkin, tetapi sebagai alat kerja yang mengutamakan alur multitasking dengan tampilan ganda yang tetap jarang ditemukan di kelasnya.

Fokus bergeser dari tenaga mentah

Perubahan pendekatan itu terasa dari batas daya prosesor yang dipasang Asus. Pada model baru, prosesor hanya mendapat hingga 70 Watt, jauh lebih rendah dibanding 130 Watt pada generasi sebelumnya.

Dampaknya langsung terlihat pada performa multi-core yang turun cukup jauh. Namun, performa single-core justru sedikit lebih tinggi, terutama karena penggunaan generasi prosesor yang lebih baru, bukan karena ruang daya yang lebih besar.

GPU lebih baru, tapi tidak jauh lebih kencang

Kartu grafis yang dipakai juga mengalami pengetatan serupa. GeForce RTX 5090 mobile pada mode Turbo hanya berjalan hingga 135 Watt, sedangkan GeForce RTX 4090 pada model sebelumnya bisa mencapai 175 Watt.

Akibatnya, selisih performa grafis antara kedua model menjadi sangat tipis di benchmark grafis. Blackwell memang membawa keunggulan fitur dan VRAM yang lebih besar, yaitu 24 GB dibanding 16 GB, tetapi tenaga mentahnya tidak sekuat yang mungkin diharapkan.

Situasi itu membuat Zephyrus Duo terbaru sulit dibaca sebagai perangkat yang dirancang untuk memecahkan rekor performa. Asus tampaknya lebih memilih efisiensi penggunaan dan fleksibilitas tampilan ketimbang mendorong setiap komponen bekerja di batas paling tinggi.

Dua layar tetap menjadi daya tarik utama

Walau ada pengetatan daya, identitas utama laptop ini tidak berubah. Layar ganda tetap menjadi pembeda terbesar dan menjadi alasan utama mengapa perangkat ini masih menonjol di tengah banyaknya laptop gaming dan workstation lain.

Bagi pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus, pengalaman dua layar memberi ruang kerja yang sangat khas. Itu membuat Zephyrus Duo lebih tepat dipandang sebagai perangkat untuk multitasking ekstrem, bukan mesin yang hanya dinilai dari hasil benchmark.

Pendekatan ini juga sejalan dengan batas pendinginan yang lebih konservatif. Asus tampaknya menerima kompromi performa demi mempertahankan karakter dua layar yang menjadi nilai jual paling kuat dari seri ini.

Pilihan yang sangat spesifik untuk pengguna tertentu

Dengan kombinasi harga tinggi, performa yang tidak lagi mengejar angka tertinggi, dan fokus pada pengalaman kerja, target pasarnya terlihat sangat sempit. Zephyrus Duo terbaru lebih cocok untuk pengguna yang memang membutuhkan dua layar serta dGPU kelas atas dalam aktivitas harian.

Perbandingan dengan model sebelumnya pun jadi penting untuk calon pembeli. Model lama masih unggul dalam performa multi-core dan batas daya GPU yang lebih tinggi, sedangkan model baru menawarkan fitur dan memori grafis yang lebih modern.

Pada akhirnya, Asus ROG Zephyrus Duo terbaru tetap berdiri sebagai laptop yang unik. Nilai utamanya bukan pada seberapa jauh tenaga mentahnya melesat, tetapi pada cara ia mempertahankan pengalaman dua layar yang sulit ditandingi oleh perangkat lain di kelasnya.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait