Di balik film Gudang Merica, dua pendekatan akting tampil dengan arah yang berbeda lewat Rizky Inggar dan Bonar Manalu. Keduanya sama-sama menyesuaikan permainan agar selaras dengan cerita yang memadukan horor, komedi, dan latar dunia medis.
Bonar Manalu memilih bertumpu pada improvisasi saat memerankan Gunawan. Karakternya tidak masuk ke adegan prosedur kesehatan, sehingga ia tidak mengikuti workshop medis dan lebih fokus pada arahan sutradara Imam Darto untuk menjaga warna antagonis yang dibutuhkan cerita.
Dalam proses syuting, Bonar juga memberi ruang pada penyesuaian permainan di lokasi. Sebagian improvisasi bahkan diarahkan langsung oleh Imam Darto, sehingga karakter tetap konsisten tanpa keluar dari jalur utama cerita.
Berbeda dengan Bonar, Rizky Inggar justru menjalani riset yang lebih dekat dengan dunia medis untuk membangun sosok Suster Ella. Karakter suster galak itu terasa jauh dari pengalaman pribadinya, sehingga ia perlu mencari referensi agar perannya tetap meyakinkan.
Rizky mengandalkan observasi langsung terhadap tenaga kesehatan sebagai bekal utama. Ia memperhatikan cara berjalan, gerak tubuh, hingga pola interaksi suster saat bekerja agar detail kecil dalam aktingnya terasa natural.
“Saya banyak observasi, lihat bagaimana suster bekerja, cara berjalan, sampai interaksi mereka,” ujar Rizky, Selasa (28/4/2026). Selain itu, ia juga sempat mengikuti workshop medis selama satu hari untuk memahami dasar penanganan di rumah sakit.
Meski tidak menjalani pelatihan penuh seperti pemeran mahasiswa koas lainnya, Rizky tetap melakukan riset mandiri selama sekitar dua bulan. Ia menonton berbagai referensi dan mengamati suasana rumah sakit supaya karakter Suster Ella tidak tampak dibuat-buat di layar.
Pendalaman seperti itu penting karena Gudang Merica menempatkan para tokohnya dalam ruang cerita yang sangat dekat dengan dunia kesehatan. Detail kecil, seperti cara merespons lawan bicara atau bergerak di area rumah sakit, ikut menentukan apakah suasana horor komedinya menyatu dengan baik.
Film ini mengisahkan empat mahasiswa koas yang terjebak dalam situasi mencekam sekaligus menggelitik. Latar tersebut membuat gestur, ekspresi, dan ritme dialog para pemain harus dijaga agar ketegangan dan unsur komedinya tetap berjalan seimbang.
Gudang Merica disutradarai Imam Darto dan menempatkan Rizky Inggar sebagai Suster Ella serta Bonar Manalu sebagai Gunawan. Perbedaan cara kerja keduanya memperlihatkan bahwa satu film dapat menuntut pendekatan akting yang tidak sama, tergantung posisi karakter dalam cerita.
Rizky memperkuat karakter melalui observasi medis yang rinci, sementara Bonar mengembangkan perannya lewat arahan sutradara dan improvisasi di lapangan. Film Gudang Merica dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 21 Mei 2026.
Source: mediaindonesia.com






