Halo Dayak HRX mengawali Kejurnas Adventure Offroad dengan hasil yang langsung mencuri perhatian. Dari Sirkuit Tembalang, Semarang, tim asal Kalimantan Tengah itu membawa pulang dua podium setelah dua mobilnya sama-sama finis di posisi kedua pada kelas berbeda.
Hasil ini terasa menonjol karena Halo Dayak HRX hanya menurunkan dua unit kendaraan pada seri pembuka. Di tengah persaingan ketat dan lawan yang lebih berpengalaman, tim tetap mampu menjaga ritme balap dan mengamankan hasil maksimal dari dua kelas yang diikuti.
Dua mobil, dua raihan podium
Di kelas G3, mobil milik Sigit Widodo tampil konsisten sepanjang lomba. Kendaraan yang dipersiapkan sejak awal musim itu dikemudikan Agan Fauzi bersama navigator Yayi, lalu dituntaskan di posisi kedua.
Sementara itu, hasil serupa juga lahir dari kelas G4. Hendrik Sumantri yang berstatus juara nasional 2025 kembali menunjukkan ketenangan saat menghadapi tekanan lomba dan berhasil mengamankan podium kedua untuk tim.
Kombinasi kedua hasil tersebut membuat Halo Dayak HRX tampil kuat pada pembuka musim. Untuk tim yang baru menyiapkan mobil balap selama lebih dari empat bulan di Subang, Jawa Barat, pencapaian ini bahkan melampaui ekspektasi awal.
Target awal tidak tinggi, hasil justru melebihi dugaan
Ketua Pengcab IOF Palangka Raya sekaligus owner tim, Sigit Widodo, mengaku sejak awal tidak menaruh target besar. Ia menilai mobil baru benar-benar selesai dipersiapkan, sehingga keikutsertaan di Semarang lebih diposisikan sebagai ajang untuk menguji kemampuan kendaraan dan kru.
“Awalnya saya tidak memasang target karena mobil baru saja jadi, hitung-hitung untuk mencoba saja,” kata Sigit.
Meski begitu, hasil dua podium membuat situasi berubah menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi tim. Sigit menilai persaingan di masing-masing kelas berjalan ketat, sehingga capaian itu terasa semakin bernilai.
Kerja panjang di bengkel berbuah hasil di lintasan
Persiapan teknis menjadi bagian penting dari hasil yang didapat Halo Dayak HRX. Pengerjaan mobil untuk musim balap 2026 disebut memakan waktu lebih dari empat bulan sebelum akhirnya siap turun ke lintasan.
Proses panjang tersebut berujung pada kejutan positif di seri pembuka. Bagi tim, dua podium yang diraih bukan hanya soal hasil lomba, tetapi juga bukti bahwa kerja di bengkel memberi dampak langsung saat kendaraan diuji di trek.
Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada Agan Fauzi dan Hendrik Sumantri. Keduanya dinilai berhasil membawa nama Kalimantan Tengah tampil menonjol di tingkat nasional.
Rasa syukur dari pembalap tim
Dari sisi pembalap, hasil di Semarang diterima dengan penuh syukur. Agan Fauzi dan Hendrik Sumantri sama-sama memandang raihan tersebut sesuai dengan harapan tim setelah melewati balapan yang kompetitif.
“Alhamdulillah, di event Kejurnas offroader Individual Seri I di Semarang, kami berdua dari tim Halo Dayak bisa mendapatkan gelar maksimal,” ujar Agan dan Sumantri usai menerima piala.
Keduanya juga menyampaikan terima kasih kepada tim, Sigit Widodo, dan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran atas dukungan yang diberikan. Dukungan itu ikut memperkuat semangat tim dalam menatap seri-seri berikutnya.
Fokus berikutnya bergeser ke Palangka Raya
Setelah membuka musim dengan dua podium, perhatian Halo Dayak HRX kini mengarah ke seri berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Palangka Raya pada 16–17 Mei. Tim berencana mematangkan kendaraan dan kru agar bisa tampil lebih kuat saat berlaga di depan publik sendiri.
Bagi Sigit, hasil di Semarang juga punya arti lebih luas bagi perkembangan offroad di Kalimantan Tengah. Ia menilai nama Halo Dayak kini semakin dikenal di tingkat nasional, sementara perhatian terhadap olahraga ini di daerah ikut meningkat.
Sigit juga menyampaikan terima kasih kepada H. Agustiar Sabran atas dukungan terhadap offroad di daerah. Dengan modal dua podium dari seri pembuka, Halo Dayak HRX kini membawa kepercayaan diri yang lebih besar saat bersiap menghadapi tantangan selanjutnya.
