Polisi masih menelusuri dua pelaku jambret yang merampas iPhone 17 Promax milik seorang perempuan saat ia jogging pagi di Kelapa Gading. Aksi itu terjadi sangat cepat, ketika korban masih memegang ponsel dan melihat layar di Jalan Raya Arteri Gading Pelangi, Jakarta Utara.
Korban berinisial LL, 45 tahun, yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga, langsung melapor ke Polsek Kelapa Gading setelah kejadian. Dari laporan itu, penyelidikan pun bergerak untuk menelusuri jejak para pelaku dan barang yang dibawa kabur.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 07.04 WIB di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading. Saat itu, korban baru saja kembali melanjutkan olahraga usai sempat beristirahat di sebuah Indomaret di Jl. Arteri Gading Pelangi.
Menurut keterangan korban, ia mulai jogging sekitar pukul 06.00 WIB di sekitar rumahnya. Ketika keluar dari Indomaret dan masih memegang ponsel sambil menatap layar, dua orang yang datang dari arah berlawanan langsung mendekat dan merampas barang di tangannya.
Korban sempat berteriak “Jambret – Jambret” untuk meminta bantuan. Namun, pelaku keburu kabur bersama ponsel tersebut sebelum ada orang di sekitar yang sempat menolong.
Dua pelaku berboncengan motor matic
Keterangan yang diterima polisi menyebut para pelaku berjumlah dua orang laki-laki yang tidak dikenal. Keduanya disebut memakai hoodie dan menggunakan sepeda motor matic saat menjalankan aksinya.
Setelah mengambil ponsel, kedua pelaku langsung melaju ke arah Jalan Raya Arteri menuju Pulogadung. Kecepatan mereka membuat korban tidak punya cukup waktu untuk mempertahankan barang miliknya.
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, AKP Kiki Tanlim, mengatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar titik kejadian serta meminta keterangan para saksi.
Jalur ramai tetap bisa jadi sasaran
Jalan Raya Arteri Gading Pelangi dikenal sebagai jalur yang kerap dipakai warga untuk olahraga pagi maupun aktivitas harian. Meski ramai, kondisi seperti itu tidak selalu membuat pelaku kejahatan urung beraksi.
Kasus ini menunjukkan bagaimana fokus yang terpecah bisa dimanfaatkan dalam hitungan detik. Saat korban sibuk dengan layar ponsel, celah itu cukup bagi pelaku untuk melakukan penjambretan dan melarikan diri.
Hingga kini, polisi masih menelusuri keberadaan dua pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan awal, rekaman kamera, dan informasi dari warga sekitar lokasi. Pencarian juga terus diarahkan pada jejak yang mungkin tertangkap CCTV di sekitar Jalan Raya Arteri Gading Pelangi.
