Duel antara Bimota KB998 Rimini dan Ducati Panigale V4 R 2026 paling menarik justru muncul karena keduanya sama-sama berada di jalur superbike homologasi yang sangat ekstrem, tetapi memilih karakter yang berlawanan. Ducati datang dengan pendekatan agresif dan sangat dekat ke dunia MotoGP, sedangkan Bimota menawarkan eksotisme handmade yang lebih langka dan mekanikal.
Di atas kertas, Ducati memang tampil lebih beringas. Panigale V4 R 2026 memakai mesin Desmosedici Stradale V4 998cc 16-klep berpendingin radiator dengan Counter-Rotating Crankshaft, lalu menghasilkan 218 hp pada 15.750 rpm dan torsi 114,5 Nm pada 12.000 rpm.
Tenaga besar itu dipadukan dengan aerodinamika yang sangat serius. Winglet besar dan bodywork aerodinamis membuat motor ini terasa seperti motor balap versi jalan raya, terutama saat hard braking dan corner exit.
Sasis aluminium Front Frame khas Ducati juga menjadi bagian penting dari paket ini. Di atasnya, Ducati memasang suspensi Öhlins elektronik generasi terbaru agar karakter motor tetap cepat dan responsif di lintasan.
Bagian elektronik Panigale V4 R juga sangat padat. Fitur yang dibawa mencakup slide control, wheelie control, engine brake management, launch control, Ducati Data Analyzer, dan sistem berbasis IMU 6-axis.
Dengan pendekatan seperti itu, Panigale V4 R jelas dirancang untuk mengejar lap time. Desainnya pun mendukung kesan tersebut, dengan proporsi ramping dan aura Ducati Corse yang tetap kuat meski motor sedang diam.
Di sisi lain, Bimota KB998 Rimini mengambil jalur yang berbeda jauh. Motor ini memakai mesin inline 4 silinder 998cc berpendingin radiator berbasis Kawasaki Ninja ZX-10RR, dengan output 200 hp pada 13.600 rpm dan torsi 111 Nm pada 11.700 rpm.
Karakter mesinnya tidak mengejar angka terbesar, melainkan respons putaran atas yang tajam dan sensasi berkendara yang lebih mekanikal. Transmisi manual 6-speed dan quickshifter ikut menjaga karakter tersebut tetap terasa padat dan langsung.
Yang membuat KB998 Rimini begitu menonjol adalah sasis hybrid aluminium-carbon yang ringan dan eksotis. Kombinasi ini membuat handling-nya disebut sangat tajam dan presisi, cocok untuk pengendara yang ingin kontrol detail di tikungan.
Paket pengereman dan suspensinya juga berada di level tinggi. Bimota membekali motor ini dengan Brembo Stylema, sementara suspensinya bisa memakai Showa BFF atau Öhlins tergantung versi.
Elektroniknya pun tidak sederhana. Traction control, launch control, engine brake control, riding mode, dan assist berbasis IMU tetap tersedia untuk mendukung performa motor di jalan maupun lintasan.
Secara visual, KB998 Rimini tampil sangat berbeda dari superbike massal. Fairing carbon dan aura motor boutique Italia memberi kesan bahwa motor ini tidak sekadar alat performa, tetapi juga objek koleksi.
Produksinya yang sangat terbatas ikut memperkuat posisi itu. Harga globalnya berada di sekitar 37.777 Pound sterling atau sekitar Rp 892,2 jutaan, sehingga KB998 Rimini berdiri sebagai superbike eksotis dengan citra yang sangat spesifik.
Jika keduanya disandingkan, Ducati unggul pada tenaga, torsi, dan paket aerodinamika modern. Bimota justru lebih menonjol lewat konstruksi handmade, bobot yang ringan, dan rasa berkendara yang lebih fokus pada feeling.
Perbedaan itulah yang membuat duel ini menarik. Bimota KB998 Rimini hadir sebagai superbike butik yang sangat langka, sementara Ducati Panigale V4 R tampil sebagai mesin homologasi yang lebih agresif, lebih canggih, dan lebih dekat ke dunia balap pabrikan.
