Samsung mulai membuat lini tablet premiumnya terasa lebih mudah dijangkau tanpa mengorbankan kesan mewah pada layar. Teknologi Dynamic AMOLED 2X kini tidak lagi tampak sebatas milik model paling mahal, melainkan mulai hadir di lebih banyak varian Galaxy Tab S.
Perubahan ini penting karena layar sering menjadi pembeda paling terasa pada tablet kelas atas. Saat dipakai untuk menonton film, membaca dokumen, mengedit konten, hingga menggambar digital, kualitas panel kerap lebih menentukan pengalaman dibanding angka spesifikasi lain di atas kertas.
AMOLED tidak lagi terbatas di model Ultra
Dalam strategi terbarunya, Samsung disebut tidak lagi membatasi Dynamic AMOLED 2X hanya pada model Ultra. Teknologi layar itu mulai dibawa ke lebih banyak varian Galaxy Tab S, termasuk model reguler dan lini yang menyasar pelajar serta pekerja mobile.
Langkah ini membuat pengguna tidak harus selalu naik ke kelas paling mahal hanya untuk mendapatkan tampilan terbaik. Dengan begitu, pengalaman visual premium menjadi lebih dekat ke segmen yang sebelumnya lebih ramah kantong.
Warna lebih hidup, kontras lebih dalam
Dynamic AMOLED 2X menawarkan warna yang lebih kaya dan kontras yang lebih tinggi. Hitam tampil lebih pekat, detail visual terlihat lebih jelas, dan konsumsi konten HDR menjadi lebih nyaman dibanding panel LCD tradisional yang masih banyak dipakai kompetitor.
Samsung juga disebut membawa tingkat kecerahan hingga 1.600 nits pada beberapa model terbaru. Kecerahan seperti itu membantu layar tetap mudah dibaca saat dipakai di luar ruangan atau di bawah cahaya matahari yang kuat.
Tablet kelas menengah ikut terasa premium
Pergeseran ini memberi dampak langsung pada persepsi harga dan kelas produk. Pengguna yang memprioritaskan mobilitas, hiburan, atau produktivitas harian kini bisa menikmati pengalaman visual premium tanpa harus selalu memilih model Ultra.
Di pasar tablet, kualitas panel memang sering menjadi pembeda utama antara perangkat biasa dan perangkat premium. Karena itu, ketika pengalaman layar terbaik ikut turun ke varian yang lebih terjangkau, nilai jual tablet kelas menengah Samsung ikut terdorong naik.
Dampaknya terasa di Indonesia
Di Indonesia, lini flagship seperti Samsung Galaxy Tab S11 saat ini dipasarkan mulai kisaran Rp16,7 jutaan. Sementara itu, varian yang lebih terjangkau seperti Samsung Galaxy Tab S10 FE 5G sudah tersedia mulai sekitar Rp8,3 jutaan.
Rentang harga tersebut membuat ekosistem tablet premium Samsung terasa lebih mudah dijangkau oleh lebih banyak pengguna. Dengan hadirnya Dynamic AMOLED 2X di model yang lebih luas, selisih harga tidak lagi hanya soal performa, tetapi juga soal akses ke kualitas layar yang selama ini menjadi nilai jual utama.
Persaingan tablet Android makin ketat
Strategi ini memperlihatkan bahwa Samsung tidak hanya mengandalkan performa dan ekosistem perangkat. Perusahaan juga tampaknya ingin memastikan kualitas visual premium bisa dinikmati lebih luas di seluruh lini Galaxy Tab S.
Jika penerapannya konsisten, persaingan tablet Android premium sepanjang 2026 berpotensi semakin panas. Konsumen pun punya lebih banyak alasan untuk melirik tablet Samsung, termasuk dari kelas harga yang sebelumnya dianggap terlalu jauh dari pengalaman premium.







