Ribuan pelajar dari berbagai daerah memadati Entertainment District Cup 2026 atau Entdis Cup 2026 untuk mengejar kompetisi sekaligus hiburan dalam satu kawasan. Dari sekitar 2.000 peserta SMP dan SMA yang hadir, e-karting atau gokar listrik muncul sebagai daya tarik paling menonjol dan langsung mencuri perhatian sejak rangkaian acara dimulai pada 20–25 April.
Keberadaan gokar listrik membuat ajang ini terasa berbeda dari lomba pelajar pada umumnya. Format sportainment yang dipakai panitia memberi ruang bagi peserta untuk bertanding, menikmati hiburan, dan mencoba aktivitas kreatif tanpa harus berpindah ke acara lain.
E-karting jadi magnet utama
Di antara sederet cabang yang tersedia, e-karting tampil sebagai kegiatan yang paling ramai diperbincangkan. Sensasi balap yang ditawarkan terasa modern dan cepat, sekaligus menghadirkan tantangan teknis yang membedakannya dari cabang kompetisi pelajar yang lebih umum.
Gokar listrik ini juga memperkuat identitas Entdis Cup sebagai ajang yang tidak hanya mengejar kemenangan. Panitia menempatkan pengalaman peserta sebagai bagian penting dari acara, sehingga kompetisi dan hiburan berjalan dalam satu paket yang saling melengkapi.
Bukan hanya soal balap
Entdis Cup 2026 tidak berhenti pada e-karting saja. Panitia juga menyiapkan boling, Pokemon TCG, dan seni lukis sebagai bagian dari rangkaian aktivitas yang dapat diikuti peserta maupun pengunjung.
Susunan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ajang ini dirancang sebagai ruang eksplorasi minat yang lebih luas. Para pelajar bisa mengejar prestasi di arena masing-masing, lalu tetap punya pilihan aktivitas lain yang bersifat kreatif dan rekreatif.
Skala partisipasi yang besar
Kehadiran sekitar 2.000 pelajar dari berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, Bandung, hingga Lampung, memperlihatkan besarnya antusiasme terhadap konsep sportainment. Jumlah itu membuat Entdis Cup menonjol di tengah banyaknya kompetisi pelajar yang biasa digelar dengan format lebih konvensional.
Ruang partisipasi yang luas ini juga memberi gambaran bahwa event pelajar mulai bergerak ke arah yang lebih interaktif. Peserta tidak hanya hadir untuk bertanding, tetapi juga untuk merasakan pengalaman acara yang disusun agar lebih hidup dan variatif.
Terhubung dengan perayaan kawasan hiburan
Penyelenggaraan Entdis Cup 2026 juga dikaitkan dengan perayaan satu tahun kawasan hiburan Entertainment District PIK 2. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang bisa dinikmati langsung oleh pengunjung setia kawasan itu.
CEO Playinc sekaligus Founder Entertainment District, Kevin Aderland, menyebut perayaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada keluarga yang menjadikan kawasan tersebut bagian dari rutinitas mereka. Ia mengatakan, “Melalui sinergi sportainment dan kompetisi kreatif, kami ingin menghadirkan ruang di mana olahraga dan hiburan melebur menjadi satu pengalaman yang tak terlupakan.”
Dirancang untuk banyak kalangan
Konsep kawasan yang menjadi lokasi acara juga dibuat agar ramah untuk lintas usia. CEO Entertainment District, Diana Sutrisno, menyampaikan bahwa fasilitas di area tersebut disiapkan agar aman dan nyaman untuk berbagai usia.
Ia menggambarkan semangat kawasan itu dengan “Endless Fun, All in One Place”. Dalam penjelasannya, anak-anak bisa menikmati arcade, sementara orang tua dapat bersantai di lingkungan yang sama.
Penutup rangkaian dengan hiburan musik
Puncak Entdis Cup 2026 berlangsung pada 25 April dan ditutup dengan penampilan Nidji, Toya Band, serta DJ Lexology. Kehadiran para penampil ini menambah energi acara dan memperluas daya tariknya di luar lingkaran peserta kompetisi.
Rangkaian penutup tersebut menegaskan bahwa Entdis Cup dibangun sebagai pengalaman berlapis, dengan kompetisi pelajar, aktivitas kreatif, dan hiburan musik berjalan berdampingan. Dalam format seperti ini, gokar listrik tetap menjadi simbol paling kuat dari bagaimana sportainment menjelma sebagai magnet utama di Entdis Cup 2026.
Source: www.viva.co.id






