Xiaomi tampaknya tidak ingin sekadar menambah satu lagi earphone open-ear ke pasaran. Perangkat clip-on nirkabel pertamanya di kelas ini justru datang dengan paket yang lebih serius, yaitu dukungan Hi-Res audio dan fitur AI sekaligus.
Arah itu membuat produk ini terasa berbeda dari earphone open-ear yang umumnya hanya menonjolkan kenyamanan pakai. Dengan desain terbuka dan format clip-on, pengguna tetap bisa mendengar suara sekitar tanpa tekanan seperti pada earbud in-ear biasa.
Audio jadi fokus utama
Di bagian audio, Xiaomi memasang driver 11mm dan diafragma berlapis logam. Kombinasi ini ditujukan untuk menghasilkan karakter suara yang lebih meyakinkan pada format open-ear.
Perangkat ini juga mendukung LHDC 5.0 dan membawa sertifikasi Hi-Res audio. Bagi pengguna yang memperhatikan kualitas pemutaran nirkabel, dua detail itu menjadi penanda bahwa Xiaomi tidak hanya mengejar bentuk yang berbeda.
Format open-ear sendiri punya tantangan tersendiri karena desainnya tidak menutup telinga. Karena itu, kehadiran driver besar, codec tinggi, dan sertifikasi Hi-Res menjadi strategi Xiaomi untuk memberi nilai tambah di kategori yang semakin ramai.
Desain ringan untuk pemakaian lama
Dari sisi fisik, Xiaomi menonjolkan bobot yang ringan sebagai salah satu keunggulan. Setiap sisi earphone ini disebut berbobot sekitar 5,5 gram agar tetap nyaman dipakai dalam durasi panjang.
Xiaomi juga memakai struktur memory titanium wire dengan bentuk lengkung biomimetik. Desain ini dibuat supaya posisi earphone tetap stabil, tetapi masih terasa nyaman saat menempel di telinga.
Tampilan luarnya dibuat lebih mencolok lewat finishing mengilap. Xiaomi menyebut ada elemen desain bola pemancar suara transparan yang dipadukan dengan tekstur metalik pada cangkang luar.
Sejauh ini, dua warna yang sudah diperlihatkan adalah Satin Gold dan Pearl White. Kombinasi tersebut memberi kesan yang lebih premium dibanding banyak earphone open-ear lain di kelasnya.
Panggilan suara dan kontrol kebocoran audio
Selain untuk musik, Xiaomi juga memperhatikan pengalaman saat menelepon. Earphone ini dibekali sistem tiga mikrofon, sensor VPU, dan peredam bising berbasis AI untuk membantu penangkapan suara.
Ada pula teknologi yang disebut reverse sound wave technology. Fungsinya untuk mengurangi kebocoran suara, salah satu kelemahan umum pada perangkat open-ear karena modelnya memang terbuka.
Masalah kebocoran suara sering menjadi perhatian pada kategori ini karena audio lebih mudah terdengar oleh orang di sekitar. Jika teknologi Xiaomi bekerja efektif, aspek ini bisa menjadi pembeda penting saat produk ini bersaing di pasar.
AI jadi pembeda di luar musik
Xiaomi juga tampaknya ingin menjadikan earphone ini lebih dari sekadar aksesori audio. Beberapa fitur AI yang disebut mencakup terjemahan real-time dalam 21 bahasa, perekaman suara, dan ringkasan otomatis.
Arah tersebut membuat perangkat ini relevan bukan hanya untuk mendengar musik, tetapi juga untuk aktivitas produktif saat bepergian atau bekerja. Integrasinya disebut sangat terkait dengan ekosistem Xiaomi dan dukungan Xiao AI.
Keterhubungan dengan ekosistem bisa menjadi nilai tambah bagi pengguna perangkat Xiaomi lain. Namun, pengalaman fitur AI tersebut tampaknya akan lebih terasa optimal bila dipakai bersama layanan dan perangkat yang mendukung.
Peluncuran masih menunggu detail resmi
Hingga sekarang, Xiaomi belum mengungkap daya tahan baterai maupun harga perangkat ini. Meski begitu, peluncurannya diperkirakan berlangsung pada akhir bulan ini.
Ada juga kemungkinan earphone clip-on tersebut diperkenalkan bersama produk Xiaomi lain. Nama yang ikut disebut dalam perkiraan peluncuran yang sama antara lain Mi Band 10 Pro dan Xiaomi 17 Max.
Dengan kombinasi desain ringan, audio berkelas, serta fitur AI, perangkat ini menjadi salah satu rilisan audio Xiaomi yang layak dipantau. Detail harga, baterai, dan ketersediaan nanti akan sangat menentukan seberapa kuat posisinya saat resmi hadir di pasar.
Source: www.gizmochina.com






