Harga emas batangan Antam berpeluang menembus Rp2.720.000 per gram pada pekan depan. Proyeksi tersebut muncul setelah harga terakhir ditutup di Rp2.614.000 per gram.
Potensi penguatan itu berjalan beriringan dengan risiko koreksi yang masih besar. Arah harga domestik tetap sangat bergantung pada pergerakan emas dunia serta respons pasar terhadap inflasi dan imbal hasil.
Area Harga yang Perlu Diperhatikan
Pengamat komoditas dan emas Ibrahim Asyuaibi memperkirakan Harga Emas Antam dapat bergerak dalam rentang Rp2.430.000 hingga Rp2.720.000 per gram. Area Rp2.590.000 per gram menjadi support pertama apabila harga mulai melemah.
Jika tekanan berlanjut, support berikutnya berada di Rp2.430.000 per gram. Di sisi lain, penguatan dapat membawa harga menuju batas atas proyeksi Rp2.720.000 per gram.
| Pasar | Level Bawah | Level Atas | Catatan |
|---|---|---|---|
| Emas Antam | Rp2.430.000 per gram | Rp2.720.000 per gram | Support pertama Rp2.590.000 |
| Emas dunia | US$3.856 per troy ounce | US$4.149 per troy ounce | Proyeksi sepekan |
Ibrahim menyampaikan proyeksi itu kepada wartawan pada Minggu, 19 Juli 2026. “Kemarin ditutup di Rp2.614.000. Kalau seandainya turun, support pertama itu di Rp2.590.000,” ujarnya.
Tekanan Datang dari Inflasi dan Minyak
Konflik Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu perhatian pasar karena memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi. Harga minyak tercatat naik sekitar 12% sepanjang pekan ketika konflik tersebut meningkat.
Kenaikan minyak berisiko kembali mendorong inflasi global. Inflasi yang lebih tinggi dapat memperbesar kemungkinan kenaikan Suku Bunga AS, kondisi yang biasanya membatasi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Investor dalam lingkungan suku bunga tinggi cenderung mempertimbangkan aset yang menawarkan imbal hasil lebih besar. Karena itu, perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi faktor penting bagi harga logam mulia.
Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan menjadi kolega baru Ketua Fed Kevin Warsh pertama yang secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga. Wakil Ketua Fed Philip Jefferson juga mengisyaratkan keterbukaan menaikkan suku bunga bila inflasi belum membaik.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan pedagang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 73% pada Desember. Ekspektasi tersebut berpotensi membuat pergerakan emas domestik tetap berfluktuasi pada pekan depan.
Emas Dunia Mulai Memantul
Emas Dunia sebelumnya mencatat koreksi mingguan terbesar dalam enam minggu pada Jumat, 17 Juli 2026 waktu setempat. Mengutip CNBC, Liputan6.com melaporkan harga logam mulia itu turun sekitar 3% dalam sepekan.
Harga emas spot kemudian naik 1,1% menjadi US$4.015,09 per ons setelah sempat mencapai titik terendah sejak 1 Juli. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus juga menguat 0,7% menjadi US$4.018,80.
Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan pembeli kembali masuk ketika harga turun di bawah US$4.000. “Emas mulai bergerak naik hari ini setelah harga logam tersebut turun di bawah US$4.000 menarik minat pembeli,” katanya.
Di pasar fisik Asia, diskon emas di India melebar ke level tertinggi dalam satu bulan karena pembeli menunggu peluang harga lebih rendah. Premi emas di China dilaporkan sebagian besar stabil, sementara pasar domestik menanti pengaruh arah harga global.
Source: www.liputan6.com






