Medali emas di GOR Kanjuruhan menjadi bukti bahwa tim sepak takraw SMAN 1 Sangkapura Bawean mampu melampaui batas-batas yang selama ini mereka hadapi. Dalam final Kejuaraan Provinsi Sepak Takraw SMA Sederajat dan U-23 Jawa Timur 2026, mereka menundukkan tuan rumah Kabupaten Malang dengan skor 2-1 dan membawa pulang gelar juara ke Gresik.
Hasil itu terasa besar karena lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan, melainkan tuan rumah yang bermain di hadapan pendukung sendiri. Namun, para pemain dari Bawean tetap tampil tenang dan menyelesaikan pertandingan dengan hasil maksimal.
Bagi SMAN 1 Sangkapura, kemenangan tersebut bukan sekadar trofi. Prestasi itu juga menegaskan bahwa atlet pelajar dari pulau kecil di Bawean tetap bisa bersaing di tingkat provinsi.
Kepala SMAN 1 Sangkapura Bawean, Suwandi, menilai capaian itu lahir dari disiplin dan kerja keras para atlet muda. Ia mengaku bangga melihat anak didiknya berdiri di panggung utama untuk menerima piala tingkat provinsi.
Perjalanan menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Tim harus berlatih di tengah keterbatasan sarana dan kondisi pascagempa yang sempat memengaruhi aktivitas olahraga di Bawean.
Mereka juga belum memiliki lapangan indoor yang memadai untuk latihan rutin. Saat hujan turun, sesi latihan kerap terhenti atau dipindahkan ke area parkir sekolah.
Situasi itu pun tidak ideal. Area parkir tersebut disebut mulai mengalami keretakan, sehingga tantangan berlatih semakin besar.
Di sisi lain, para pemain tetap harus membagi waktu antara pelajaran di sekolah dan latihan fisik yang berat. Menurut Suwandi, kondisi seperti itu justru membentuk mental mereka menjadi lebih kuat.
Prestasi tim sepak takraw Bawean juga mendapat perhatian dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi. Ia menilai kemenangan itu menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk meraih prestasi.
Eko juga menyoroti semangat juang para siswa yang mampu menyiasati kondisi latihan yang serba terbatas. Menurutnya, capaian tersebut layak menjadi contoh bagi siswa lain di Gresik.
Ia berharap gelar juara provinsi ini bisa menjadi pijakan untuk melahirkan atlet-atlet sepak takraw yang sanggup bersaing di level lebih tinggi. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik juga disebut akan terus mendukung dan memfasilitasi agar prestasi sepak takraw Gresik bisa melompat ke tingkat nasional.
Dari daerah kepulauan dengan banyak keterbatasan, SMAN 1 Sangkapura menunjukkan bahwa kerja keras dan daya juang tetap bisa mengantar tim sekolah meraih hasil maksimal. Gelar di GOR Kanjuruhan pun menjadi penanda penting bagi olahraga pelajar di Bawean.
Source: timesindonesia.co.id






