Empat laga terakhir kini menjadi penentu besar bagi Arsenal dalam perburuan gelar Premier League. Setiap poin yang tersisa akan sangat berpengaruh, terutama saat persaingan di papan atas masih terbuka dan tekanan terus meningkat.
Situasi itu membuat duel melawan Fulham terasa jauh lebih penting dari sekadar pertandingan biasa. Kemenangan di London bukan hanya menjaga jarak dengan para pesaing, tetapi juga mempertahankan peluang Arsenal untuk mengakhiri penantian gelar liga yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade.
Beban besar di fase akhir musim
Arsenal datang ke laga ini dengan tanggung jawab yang semakin berat. Tim asuhan Mikel Arteta masih berada dalam persaingan puncak klasemen, sehingga hasil di setiap pertandingan kini punya bobot yang sangat besar.
Arteta menegaskan bahwa fokus skuadnya hanya tertuju pada Fulham dan dorongan untuk terus menang. Ia ingin para pemain menjaga rasa lapar yang sama di setiap laga agar tetap dekat dengan target yang sudah dipasang sejak awal musim.
Pesan itu menjadi penting karena Arsenal baru saja ditahan imbang Atletico pada tengah pekan. Hasil tersebut membuat kebutuhan untuk meraih poin penuh melawan Fulham semakin mendesak.
Cedera mengurangi pilihan Arteta
Di tengah tekanan itu, Arsenal juga harus menghadapi masalah kebugaran pemain. Kai Havertz dan Jurrien Timber dipastikan absen karena masih menjalani pemulihan cedera.
Martin Odegaard belum sepenuhnya aman untuk tampil sejak menit awal. Arteta mengatakan keputusan akhir mengenai kondisi kaptennya itu baru akan dilihat lagi setelah latihan terakhir.
“Kami belum bisa banyak berlatih, jadi kami akan melihatnya setelah latihan terakhir. Kai dan Jurrien takkan tersedia dan kita akan lihat lagi kondisi Martin,” kata Arteta.
Absennya beberapa pemain pilar jelas memengaruhi kedalaman skuad Arsenal. Meski begitu, Arteta tetap menilai timnya masih memiliki kekuatan yang cukup untuk terus bersaing sampai akhir musim.
Empat pertandingan terakhir jadi ujian utama
Dengan sisa empat laga, Arsenal berada pada titik yang sangat menentukan. Hasil-hasil di periode ini akan sangat memengaruhi posisi mereka di klasemen akhir Premier League.
Arteta percaya skuadnya masih punya tenaga untuk melewati rangkaian pertandingan itu dengan maksimal. Ia kembali menekankan ambisi tim dengan pesan yang sederhana namun tegas.
“Lapar, lapar untuk menang, itu saja. Untuk bersiap, dan mencapai target yang kami canangkan sejak awal musim,” ujarnya.
Optimisme itu menjadi modal penting di tengah ketatnya persaingan menuju gelar. Arsenal kini bukan hanya dituntut mengatasi Fulham, tetapi juga menjaga standar performa agar asa juara tetap hidup sampai laga terakhir.
