Empat Mesin Mazda Bekas Yang Paling Perlu Diwaspadai, Tagihan Perbaikannya Bisa Sangat Besar

Author: Redaksi Android62

Bagi pembeli Mazda bekas, satu kode mesin bisa menentukan apakah mobil itu akan jadi unit yang awet atau justru sumber biaya besar. Sejumlah mesin Mazda memang terkenal tangguh, tetapi ada empat keluarga mesin yang riwayatnya perlu diperiksa lebih hati-hati karena masalahnya bisa muncul tanpa tanda yang mudah terlihat.

Yang membuatnya berisiko adalah jenis gangguannya tidak selalu terasa saat mobil dicoba sebentar. Ada yang berujung pada retak kepala silinder, ada yang memunculkan konsumsi oli berlebih, ada yang mengganggu sistem pendingin, dan ada juga yang bisa merusak mesin secara fatal.

Masalah yang paling mahal biasanya tersembunyi

Pada mobil bekas, tampilan luar sering tidak membantu banyak jika sumber masalah ada di dalam mesin. Itulah sebabnya riwayat servis dan identitas mesin menjadi penting, terutama pada Mazda yang masuk kelompok rawan ini.

Salah satu contoh paling serius datang dari 3.7-liter MZI V6. Mesin turunan Ford Cyclone ini dipakai di Mazda6 generasi kedua dan CX-9 generasi pertama, lalu menjadi sorotan karena water pump internal-nya.

Saat komponen itu aus, biasanya sekitar 100.000 mil, cairan pendingin bisa bercampur dengan oli. Kondisi seperti itu dapat memicu kerusakan berat dan pada banyak kasus berakhir pada mesin rusak total.

Biaya perbaikannya juga tidak ringan. Penggantian water pump lebih awal disebut tidak murah, dan RepairPal memperkirakan biayanya bisa mencapai $4,000 jika dikerjakan mekanik.

Skyactiv-G awal punya reputasi campuran

Di daftar berikutnya ada 2.5-liter Skyactiv-G generasi awal. Mesin ini memang punya banyak contoh pemakaian panjang, bahkan ada pemilik yang melaju hingga 200.000 mil atau lebih tanpa masalah besar.

Namun versi awalnya, baik turbo maupun naturally aspirated, dilaporkan rentan mengalami retak pada cylinder head. Retakan itu bisa memicu kebocoran oli dan coolant, dan pada sejumlah laporan masalah muncul bahkan sebelum 100.000 mil.

Mazda juga pernah mengeluarkan TSB untuk unit turbocharged 2.5-liter Skyactiv-G. Pabrikan mengakui ada masalah pada mesin yang dibuat sebelum Juni 2020 untuk CX-5 dan CX-9, serta sebelum Maret 2020 untuk Mazda6.

Untuk unit yang terdampak, solusinya adalah cylinder head assembly baru lengkap dengan komponen valvetrain. Perbaikan itu juga tersedia untuk model turbocharged dan cylinder-deactivation pada 2022.

Mesin ini masih menyimpan catatan lain yang patut diwaspadai. Carbon buildup cukup umum, dan pemakaian untuk perjalanan pendek secara rutin bisa membuat oli tercampur bahan bakar.

RX-8 dan sejarah rotary yang tidak selalu mulus

Mazda memang identik dengan mesin rotary, tetapi 13B-MSP Renesis pada RX-8 tidak masuk daftar kisah sukses besar. Mesin ini menghasilkan 238 hp, lebih rendah dari RX-7 edisi akhir yang turbocharged dengan 255 hp dan jauh di bawah puncak 276 hp pada RX-7 sebelumnya.

Persoalan utamanya ada pada apex seal yang aus. Ketika itu terjadi, gejalanya bisa berupa hilang kompresi, starter sulit hidup, dan konsumsi oli yang meningkat.

Sebagian pemilik memang dapat jarak tempuh yang layak sebelum gangguan muncul. Tetapi ada juga yang mengalami kegagalan mesin, bahkan berulang, sebelum mobil mencapai 100.000 mil.

Mesin 2.3-liter MZR juga punya daftar keluhan sendiri

Mesin 2.3-liter MZR hadir dalam versi turbo dan non-turbo, dan keduanya digunakan pada model pertengahan 2000-an seperti Mazdaspeed3 dan Mazda3. Saat baru, terutama versi turbo, mesin ini dipandang menarik.

Masalahnya, catatan jangka panjangnya jauh dari ideal. Mazda mengakui bahwa mesin turbo punya kecenderungan mengeluarkan asap biru saat idle atau kecepatan rendah, dan keluhan pemilik kerap dikaitkan dengan turbo seal yang gagal.

Baik versi turbo maupun naturally aspirated juga dapat mengalami keausan dini pada sistem VVT. Gejalanya berupa bunyi ketukan saat mesin dinyalakan.

Timing chain pada mesin ini juga dilaporkan mudah memanjang dan menimbulkan suara berisik. Di luar itu, 2.3-liter MZR dikenal boros oli, bisa mengalami kegagalan besar, dan rentan terhadap penumpukan karbon seperti mesin direct-injection lain.

Kenapa daftar ini penting untuk pembeli mobil bekas

Empat kelompok mesin tersebut tidak otomatis membuat semua Mazda dengan kode mesin itu buruk. Masih ada unit yang bertahan lama tanpa keluhan, terutama jika perawatannya disiplin dan riwayat servisnya jelas.

Tetapi pola risikonya cukup tegas untuk dijadikan alarm awal. Pada Skyactiv-G awal, masalahnya ada pada cylinder head dan kontaminasi oli; pada Renesis, pada apex seal; pada MZR, pada turbo, oli, dan timing; sedangkan pada MZI V6, pada water pump internal yang bisa merusak mesin secara fatal.

Karena itu, pemeriksaan riwayat servis dan kondisi mesin tetap perlu dilakukan sebelum transaksi. Pada Mazda bekas, satu kode mesin bisa berarti perbedaan besar antara kepemilikan yang aman dan biaya perbaikan yang mengejutkan.

Berita Terbaru