Empat Pintu, Jarak Tempuh Hingga 301 Kilometer, Wuling Air EV Baru Tawarkan Ruang Lebih Lega

Nama Air EV kembali mencuri perhatian karena dikaitkan dengan model Wuling yang tampil lebih besar dan memakai format empat pintu. Kombinasi ini langsung membuatnya terlihat berbeda dari Air ev yang sudah beredar di Indonesia, terutama karena kebutuhan mobil listrik kecil kini tidak hanya soal harga, tetapi juga soal kepraktisan harian.

Di segmen mobil perkotaan, akses masuk-keluar yang lebih mudah dan kabin yang lebih lapang menjadi nilai tambah yang sangat penting. Karena itu, kemunculan nama tersebut di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual memunculkan dugaan kuat bahwa Wuling sedang menyiapkan arah baru untuk lini mobil listrik mungilnya.

Empat pintu dan bodi lebih besar

Perbedaan paling jelas ada pada konfigurasi pintunya. Air ev yang dikenal di pasar Indonesia memakai desain dua pintu, sementara model yang dikaitkan dengan nama Air EV diprediksi hadir dengan empat pintu.

Dimensi mobil ini juga lebih besar, dengan panjang 3.268 mm, lebar 1.520 mm, dan tinggi 1.575 mm. Ukuran itu memberi sinyal bahwa Wuling tidak hanya mengejar bentuk yang ringkas, tetapi juga ruang kabin yang lebih mudah dipakai untuk kebutuhan harian.

Perubahan ini terasa relevan untuk pengguna di kota besar. Mobil listrik kompak tetap dibutuhkan, tetapi banyak konsumen kini menginginkan kendaraan yang lebih praktis saat dipakai di area padat seperti Jakarta atau Surabaya.

Jarak tempuh jadi daya tarik utama

Di negara asalnya, model ini disebut memiliki dua pilihan jarak tempuh, yaitu 205 kilometer dan 301 kilometer. Angka tersebut menempatkannya sebagai mobil listrik yang masih fokus pada efisiensi, bukan performa tinggi.

Sumber tenaganya berasal dari baterai Lithium Ferro Phosphate berkapasitas 16,2 kWh. Dengan bekal itu, model ini tampak disiapkan untuk kebutuhan komuter harian dan mobilitas dalam kota yang lebih panjang.

Jarak tempuh 301 kilometer menjadi poin yang paling menonjol untuk pasar Indonesia. Di kelas mobil listrik terjangkau, angka seperti ini bisa menjadi alasan kuat bagi konsumen yang ingin mobil kecil, tetapi tetap nyaman dipakai tanpa terlalu sering mengisi daya.

Tampilan ikut disegarkan

Dari sisi desain, model ini disebut hadir dengan nuansa yang lebih modern. Kombinasi warna dual-tone dan pelek yang sekilas mengingatkan pada Wuling BinguoEV menjadi bagian dari pembaruan visualnya.

Masuk ke kabin, suasananya dibuat lebih segar lewat perpaduan warna coklat dan putih. Di bagian tengah, tersedia head unit 10,1 inci yang menambah kesan modern pada mobil berdimensi mungil ini.

Penyegaran tampilan menjadi penting karena pasar mobil listrik murah kini tidak lagi hanya menilai harga. Konsumen juga memperhatikan detail visual, kerapian interior, dan kesan yang membuat mobil terasa lebih bernilai saat digunakan sehari-hari.

Harga di China ikut menarik perhatian

Di China, mobil ini disebut berada di kisaran Rp 116 juta hingga Rp 143 juta. Rentang harga tersebut membuatnya langsung menarik perhatian sebagai calon kuat di segmen mobil listrik murah jika nantinya masuk ke Indonesia.

Kombinasi empat pintu, ukuran yang lebih besar, jarak tempuh hingga 301 kilometer, dan harga yang tetap kompetitif bisa memberi tekanan baru bagi para pesaing. Wuling tampaknya mencoba mengisi ruang di antara kebutuhan mobil listrik praktis dan keinginan konsumen atas kabin yang lebih nyaman.

Pendaftaran nama dilakukan oleh SAIC GM Wuling Automobile yang berbasis di Tiongkok, dengan nomor permohonan DID2026030643. Langkah ini juga memicu spekulasi bahwa Wuling sedang menyiapkan varian lain dari Hongguang Mini EV yang baru mendapat penyegaran di pasar global.

Source: www.suara.com

Berita Terkait