Empat Saham Mid-Cap Ini Mendapat Restu Wall Street, AI Hingga Elektrifikasi Menguatkan Prospek

Kenaikan target harga dari Wall Street ke empat saham mid-cap dalam dua pekan terakhir memperlihatkan satu pola yang semakin jelas: investor mulai memberi nilai lebih pada perusahaan yang terhubung dengan AI, data center, elektrifikasi, dan pemulihan siklus semikonduktor. Pergeseran ini membuat sentimen analis terlihat lebih berani, bukan lagi sekadar menunggu perkembangan berikutnya.

Yang menarik, dorongan tersebut tidak datang dari satu sektor saja. ON Semiconductor, MasTec, STMicroelectronics, dan Nokia masing-masing membawa katalis berbeda, tetapi semuanya bergerak di jalur pertumbuhan struktural yang sedang menjadi fokus pasar.

Elektrifikasi jadi pendorong utama ON Semiconductor

Dari keempat nama itu, ON Semiconductor mendapat perubahan paling tajam. B. Riley menaikkan rating saham ini dari Neutral menjadi Buy pada Kamis (23/04) dan ikut mengerek target harga dari 64 dolar AS menjadi 115 dolar AS.

Craig Ellis menyoroti perluasan kemitraan ON dengan Geely yang diumumkan Selasa (28/04). Teknologi EliteSiC akan digunakan pada platform SEA-S milik Geely untuk mendukung arsitektur 900V kendaraan listrik.

Langkah tersebut dibaca pasar sebagai sinyal bahwa posisi ON Semiconductor di rantai pasok kendaraan listrik makin kuat. Tema elektrifikasi pun menjadi alasan penting mengapa saham ini kembali masuk radar analis.

Belanja infrastruktur digital mengangkat MasTec

MasTec mendapat dukungan dari tema yang berbeda, yakni pengeluaran untuk infrastruktur digital. Clear Street menaikkan target harga saham ini dari 390 dolar AS menjadi 440 dolar AS pada Jumat (01/05), sambil mempertahankan rating Buy.

Dorongan itu muncul setelah MasTec mencatat kuartal Maret yang kuat. Clear Street menyebut pendapatan perusahaan tumbuh 34% dan EBITDA disesuaikan naik 73% pada periode tersebut.

Faktor lain yang menjadi perhatian adalah backlog senilai 1,5 miliar dolar AS yang terkait data center. Bagi investor, angka ini mempertegas eksposur MasTec terhadap pembangunan infrastruktur fisik yang menopang ekspansi pusat data.

STMicroelectronics ikut diuntungkan pemulihan siklus chip

Sementara itu, STMicroelectronics mendapat penilaian lebih tinggi karena kombinasi hasil kinerja dan harapan siklus industri. UBS menaikkan target harga saham ini dari 31 euro menjadi 49 euro pada Jumat (24/04), dengan rating Buy tetap dipertahankan.

UBS menyebut hasil kuartal pertama 2026 sebagai earnings beat terbesar dalam hampir tiga tahun. Selain itu, mereka melihat tanda pemulihan siklus pada sektor semikonduktor secara umum.

Permintaan dari pusat data AI dan satelit orbit rendah juga disebut sebagai sumber potensi tambahan. Dengan kombinasi itu, STMicroelectronics dinilai berada dalam posisi yang lebih baik ketika pasar mulai memberikan valuasi lebih tinggi pada emiten chip dengan paparan pertumbuhan struktural.

Nokia ikut terseret arus optimisme AI

Gelombang upgrade tidak berhenti di perusahaan chip dan infrastruktur fisik. Nokia juga masuk daftar setelah Argus menaikkan rating dari Hold menjadi Buy pada Senin (27/04) dan menetapkan target harga 15 dolar AS.

Argus menilai performa kuartal pertama 2026 menjadi dasar perubahan itu. Laba per saham non-IFRS Nokia disebut melampaui ekspektasi pasar.

Di balik hasil tersebut, permintaan terkait AI di segmen Network Infrastructure menjadi pendorong utama. Itu membuat Nokia mendapat sorotan sebagai salah satu pemain infrastruktur jaringan yang ikut merasakan dampak kenaikan kebutuhan komputasi.

Jika dilihat bersama, empat upgrade ini menunjukkan bahwa Wall Street tidak hanya menilai laba saat ini, tetapi juga arah belanja modal dan potensi pertumbuhan ke depan. Selama belanja untuk data center, AI, elektrifikasi, dan pemulihan semikonduktor masih bertahan, saham mid-cap seperti ini berpeluang terus mendapat re-rating dari analis.

Berita Terkait