Perbaikan empat titik tanggul jebol di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, dikebut sepanjang sekitar satu kilometer. Pekerjaan ini menjadi langkah penting untuk menekan risiko luapan air kembali masuk ke jalan dan permukiman warga.
Kerusakan di sekitar Sungai Aek Sagala dan Aek Harse sebelumnya membuat air melimpas ke kawasan hunian serta badan jalan. Setelah genangan surut, warga masih harus membersihkan endapan lumpur dari rumah dan lingkungan sekitar.
Target Perbaikan dan Penguatan Tanggul
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melalui tim BNPB mendampingi penanganan darurat di wilayah terdampak. Penanganan mencakup keselamatan warga, kebutuhan pengungsi, pembersihan lumpur, perbaikan tanggul, dan normalisasi sungai.
Bagian hulu tanggul yang rusak ditargetkan selesai diperbaiki dalam satu pekan. Target tersebut disampaikan dalam laporan tim BNPB yang dikutip medcom.id.
BNPB juga menyiapkan dukungan peralatan dan material untuk normalisasi sungai serta perkuatan tebing di Sipange. Dukungan itu digunakan dalam penanganan tanggul sepanjang 400 meter di kawasan tersebut.
| Jenis Dukungan | Jumlah | Peruntukan |
|---|---|---|
| Ekskavator | 2 unit | Normalisasi sungai dan penanganan tanggul |
| Ekskavator mini | 1 unit | Penanganan area terbatas |
| Ekskavator lengan panjang | 2 unit | Perkuatan tebing dan sungai |
| Dump truck dan jumbo bag | 2 unit dan 5.000 buah | Pengangkutan serta penguatan tanggul |
Penanganan infrastruktur tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah daerah juga masih melakukan asesmen untuk mendata kerugian material akibat banjir.
Hujan Deras Picu Luapan Sungai
Banjir melanda Tapanuli Tengah pada Sabtu, 18 Juli 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Hujan deras menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi wilayah Kecamatan Tukka, Badiri, serta Pinangsori.
Ketinggian genangan dilaporkan berkisar antara 30 sentimeter hingga satu meter. Hingga pembaruan laporan pada Selasa, 21 Juli 2026, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
| Kecamatan | Lokasi Terdampak | Kondisi Utama |
|---|---|---|
| Tukka | Sipange, Bonalumban, Hutanabolon | Luapan Aek Sagala dan Aek Harse merusak tanggul |
| Badiri | Lingkungan I, Kelurahan Lopian | Sungai Lopian melampaui tanggul |
| Pinangsori | Lingkungan III, Kelurahan Albion Prancis | Genangan telah surut dan tetap dipantau |
Di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, air Sungai Lopian melampaui tanggul dan menggenangi permukiman. Sementara itu, kondisi banjir di Kelurahan Albion Prancis, Kecamatan Pinangsori, telah surut.
Pemantauan cuaca dan kenaikan debit sungai tetap dilakukan di wilayah yang genangannya telah berkurang. Langkah ini diperlukan karena kondisi tanggul rusak dan aliran sungai yang tinggi masih menjadi perhatian.
Akses, Evakuasi, dan Kebutuhan Pengungsi
Normalisasi Sungai Silaga-laga berjalan dengan dukungan tiga unit ekskavator dari unsur swasta, Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara, dan Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Tengah. Pekerjaan pada ruas Jalan Sipange–KM 14 juga dilakukan memakai alat berat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.
Pemulihan jalur tersebut dibutuhkan agar warga, logistik, personel, dan peralatan dapat menjangkau lokasi terdampak dengan lebih mudah. Pembersihan kawasan permukiman dilakukan warga secara gotong royong bersamaan dengan penanganan infrastruktur.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengimbau warga yang masih berada di rumah agar segera mengungsi. Satu unit perahu fiber disiapkan untuk mendukung proses evakuasi dan penyelamatan.
Penanganan pengungsi antara lain dipusatkan di HKBP Sipange dengan dukungan dapur umum. BPBD Provinsi Sumatera Utara telah menyalurkan 170 paket sembako, 100 selimut, dan 100 matras bagi warga terdampak.
Bantuan lain meliputi perlengkapan kebersihan, kebutuhan mandi, minyak goreng, serta popok untuk anak-anak dan orang dewasa. Pemenuhan kebutuhan dasar berjalan beriringan dengan pekerjaan perbaikan tanggul agar risiko banjir berulang dapat ditekan.
Source: www.medcom.id






