PPIH Embarkasi Surabaya memastikan pelayanan haji tetap berjalan meski suasana duka masih menyelimuti keberangkatan jemaah asal Jawa Timur. Di tengah proses operasional yang terus dijaga, ada 11 jemaah yang masih tertunda berangkat di Asrama Haji Embarkasi Surabaya karena delapan di antaranya sakit dan tiga merupakan pendamping.
Sebagian dari mereka masih menjalani observasi kesehatan sebelum dipastikan layak berangkat. Mereka juga harus menunggu ketersediaan kursi kosong agar bisa masuk ke kloter berikutnya.
Di saat yang sama, kabar wafatnya enam jemaah haji dari Embarkasi Surabaya di Arab Saudi menjadi perhatian besar. Petugas terus berkoordinasi dengan keluarga di daerah asal masing-masing agar informasi kondisi terakhir para jemaah dapat diterima dengan baik.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa para jemaah yang wafat berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Mereka adalah Kamariyah Dul Tayib dari Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan, Abd Wachid dari Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan, dan Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 asal Kota Malang.
Tiga nama lainnya ialah Sibiatun Saji dari Kloter 33 asal Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim D dari Kloter 47 asal Kabupaten Gresik, dan Suyono Reso dari Kloter 62 asal Kabupaten Jombang. Seluruh jemaah tersebut telah mendapat penanganan sesuai prosedur dan dimakamkan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihak embarkasi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para jemaah itu. Mohammad As’adul Anam juga berharap amal ibadah mereka diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Meski ada kabar duka dan sejumlah jemaah masih tertahan keberangkatannya, pelayanan di Embarkasi Surabaya tetap dijaga agar berjalan aman, nyaman, dan lancar. PPIH menegaskan seluruh proses operasional pemberangkatan harus terus berlangsung sampai masa operasional embarkasi berakhir.
Situasi ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut keberangkatan ke Tanah Suci. Di lapangan, petugas juga harus menjaga ritme layanan, memantau kondisi kesehatan jemaah, dan memastikan setiap proses tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
Source: lentera.co






