Enam Relawan WNI Dipulangkan Dari Libya, Jalur Misi Kemanusiaan Ke Gaza Terhenti

Author: Redaksi Android62

Enam relawan Indonesia yang sempat tertahan di Libya akhirnya kembali ke Jakarta setelah Kementerian Luar Negeri memfasilitasi kepulangan mereka. Kedatangan itu menandai berakhirnya satu fase penanganan darurat atas rombongan peserta Global Sumud Land Convoy yang terganggu di tengah perjalanan menuju misi kemanusiaan untuk Palestina.

Keenam relawan tersebut tiba di Jakarta pada 29 Mei 2026 pukul 17.35 WIB. Satu relawan lainnya masih berada di Istanbul untuk beberapa hari ke depan dan tetap mendapat perhatian dari Kemlu serta Perwakilan RI.

Perjalanan rombongan ini berawal dari keterlibatan dalam Global Sumud Land Convoy, bagian dari misi Global Sumud Flotilla yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Palestina lewat jalur laut dan darat. Dalam rombongan itu terdapat tujuh WNI yang ikut menempuh rute Libya, Mesir, lalu Gaza.

Namun, rute yang sudah disusun tidak berjalan mulus. Rombongan tidak memperoleh izin untuk melintas di wilayah Sirte, yang berada di perbatasan Libya barat dan Libya timur, sehingga perjalanan harus dihentikan sementara dan para relawan menunggu arahan berikutnya.

Pendampingan sejak rombongan berangkat

Kementerian Luar Negeri menyebut pendampingan sudah dilakukan sejak awal keberangkatan rombongan. Koordinasi juga melibatkan KBRI Tripoli untuk memantau situasi dan memastikan keselamatan para relawan selama menjalankan misi kemanusiaan itu.

Pada 25 dan 26 Mei 2026, KBRI Tripoli menjemput ketujuh relawan Indonesia dan membawa mereka ke Tripoli. Selama berada di sana, mereka ditampung di Wisma KBRI Tripoli sambil menunggu proses pemulangan ke Indonesia.

Para relawan disebut menyampaikan apresiasi atas bantuan dan pendampingan yang diberikan oleh Kemlu serta Perwakilan RI. Dukungan itu dinilai penting karena kondisi di lapangan menuntut respons cepat dan pengelolaan yang hati-hati.

Keselamatan WNI jadi prioritas

Pemerintah menegaskan bahwa pelindungan dan keselamatan WNI tetap menjadi prioritas utama dalam setiap situasi yang melibatkan risiko di luar negeri. Sikap itu kembali ditegaskan setelah proses pemulangan para relawan berhasil dilakukan.

Di saat yang sama, pemerintah tetap menghargai semangat masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan ke wilayah konflik. Meski begitu, Kemlu mengingatkan agar masyarakat yang berniat menjadi relawan mempertimbangkan risiko keamanan secara matang sebelum berangkat.

Pemerintah juga mendorong penyaluran bantuan dilakukan melalui lembaga kemanusiaan yang memiliki akreditasi dan jaringan di wilayah tujuan. Langkah itu dinilai dapat membantu distribusi bantuan berjalan lebih aman dan terkoordinasi.

Kepulangan enam relawan ini menjadi penutup satu tahap penanganan darurat setelah rombongan Global Sumud Land Convoy tertahan di Libya. Sementara itu, pendampingan untuk satu relawan yang masih berada di Istanbul terus menjadi perhatian Kemlu dan Perwakilan RI.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru