Lonjakan permintaan atas SUV baru Nio membuat Deutsche Bank mengubah hitungan labanya. Bank itu kini menilai perusahaan masih berpeluang membukukan laba bersih non-GAAP sekitar 180 juta yuan atau $26,5 juta pada kuartal kedua, dengan penopang utama datang dari pengiriman model bermargin tinggi.
Penilaian itu tidak berdiri sendiri. Deutsche Bank melihat kombinasi volume penjualan yang lebih tinggi dan margin kotor yang tetap stabil sebagai alasan utama mengapa kinerja Nio pada kuartal kedua bisa lebih kuat dari perkiraan awal.
Fokus pasar saat ini tertuju pada SUV premium, terutama ES9 flagship. Deutsche Bank menilai target margin kendaraan Nio pada kuartal kedua masih bisa berada di kisaran 17% hingga 18%, seiring porsi penjualan ES8 dan ES9 yang makin besar dalam total volume.
Kedua model tersebut memang punya margin yang lebih tinggi dibanding lini lain. Di saat yang sama, tekanan biaya terlihat lebih terkendali karena program pemasaran dan promosi pada sebagian besar produk tetap stabil, menurut tim analis Deutsche Bank.
Sinyal pemulihan dari kuartal pertama ikut memperkuat pandangan itu. Nio sebelumnya mencatat adjusted operating profit sebesar 66,8 juta yuan dan berhasil mempertahankan tren profitabilitas non-GAAP untuk kuartal kedua berturut-turut.
Margin kotor keseluruhan perusahaan juga naik tajam pada kuartal pertama menjadi 19,0%. Capaian itu memberi landasan yang lebih kuat bagi ekspektasi pasar terhadap performa Nio di kuartal berikutnya.
ES9 jadi pusat perhatian analis
Perubahan pandangan Deutsche Bank banyak dipicu oleh performa ES9. Eksekutif Nio pekan lalu mengatakan perusahaan akan mengirimkan ES9 ke-10.000 pada bulan Juni, angka yang melampaui ekspektasi pasar yang lebih luas.
Dari informasi itu, Deutsche Bank menilai Nio setidaknya dapat mengirim sekitar 7.000 unit ES9 pada Juni. Sebelumnya, bank tersebut hanya memperkirakan sekitar 6.000 unit.
Momentum itu membuat estimasi pengiriman ES9 sepanjang 2026 dinaikkan menjadi 56.000 unit. Deutsche Bank juga merevisi proyeksi volume total Nio untuk 2026 menjadi 450.000 unit, naik 38% secara tahunan.
Revisi proyeksi tersebut ikut menekan perkiraan rugi yang dilaporkan Nio untuk 2026. Deutsche Bank memangkas estimasi rugi itu sebesar 35,4% dan menaikkan target harga menjadi HK$86,00 dari sebelumnya HK$84,50.
Buku pesanan menguat, waktu tunggu memanjang
Dorongan lain datang dari pesanan baru yang meningkat tajam. Deutsche Bank memperkirakan total pesanan baru Nio pada Mei mencapai sekitar 84.000 unit, sekitar dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya.
Lonjakan itu terutama dikaitkan dengan peluncuran SUV anyar. Analis juga memperkirakan ES9 sudah mengantongi lebih dari 25.000 pesanan yang tidak bisa dibatalkan, sehingga waktu tunggu pengiriman ikut memanjang.
Untuk varian rendah ES9, waktu tunggu disebut berada di kisaran 8 hingga 9 minggu. Sementara itu, varian atas dengan sistem suspensi canggih menghadapi waktu tunggu hingga 16 hingga 17 minggu.
ES8 masih menjaga ritme pengiriman
Di luar ES9, ES8 juga tetap menopang laju Nio. Qin Lihong, co-founder sekaligus president Nio, mengatakan all-new ES8 diperkirakan mencapai pengiriman kendaraan ke-120.000 dalam bulan ini.
Pada Mei, model tersebut mencatat 11.475 unit pengiriman. Angka itu membuat ES8 melampaui level 10.000 unit selama tujuh bulan berturut-turut.
Secara keseluruhan, Nio membukukan 37.705 pengiriman kendaraan pada Mei, yang menjadi rekor bulanan tertinggi perusahaan sejauh ini pada tahun ini. Untuk kuartal kedua, Nio menargetkan total pengiriman di kisaran 110.000 hingga 115.000 unit.
Perusahaan juga memperkirakan pengiriman Juni berada pada rentang 43.000 hingga 48.000 unit. Di tengah kenaikan pengiriman tersebut, persaingan di pasar SUV besar China semakin ketat, termasuk dengan Li Auto yang kembali bersaing terbuka melalui sorotan atas video uji perbandingan sasis di Weibo.
Source: cnevpost.com






