Joan Capdevila terancam kehilangan kesempatan mendampingi anak-anaknya menyaksikan final Piala Dunia 2026 setelah izin masuknya ke Amerika Serikat ditolak. Mantan bek timnas Spanyol itu berencana datang untuk mendukung negaranya sekaligus bertemu kembali dengan rekan-rekan juara dunia 2010.
Penolakan melalui sistem ESTA membuat rencana perjalanan Capdevila tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan. Ia menyampaikan kekecewaannya secara terbuka melalui akun X dengan menandai Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Menurut jadwal yang disebutkan, Spanyol akan menghadapi Argentina pada partai final Senin (20/7) pukul 02.00 WIB. Capdevila berharap dapat berada di stadion bersama para mantan pemain Spanyol yang menjadi juara di Afrika Selatan.
Rencana Keluarga yang Tertunda
Capdevila menilai perjalanan itu memiliki arti khusus karena ia ingin membagikan pengalaman mendukung tim nasional kepada anak-anaknya. Ia menyebut anak-anaknya sangat mencintai sepak bola dan ingin menyaksikan pertandingan besar tersebut secara langsung.
Dalam unggahannya pada Sabtu (18/7) dini hari WIB, Capdevila menulis bahwa dirinya baru diberi tahu tidak dapat pergi ke final bersama anak-anaknya karena permohonan ESTA ditolak. Ia juga meminta bantuan dari pihak yang mengetahui cara menyelesaikan persoalan tersebut.
Mantan pemain berusia 48 tahun itu merupakan salah satu bagian penting generasi emas Spanyol. Capdevila tampil sebagai starter saat Spanyol mengalahkan Belanda pada final Piala Dunia 2010.
| Pihak | Situasi | Dampak |
|---|---|---|
| Joan Capdevila | ESTA ditolak | Terancam gagal ke final bersama anak-anaknya |
| Omar Artan | Ditolak masuk AS | Gagal bertugas meski sudah tiba di Miami |
| Sejumlah ofisial Iran | Tidak diizinkan masuk AS | Tidak dapat hadir selama turnamen |
Dugaan Kunjungan ke Teheran
Capdevila menduga penolakan tersebut berkaitan dengan kunjungannya ke Teheran pada 2016. Dalam wawancara dengan Radio COPE, ia menyebut kunjungan lama ke Iran sebagai kemungkinan yang paling masuk akal menurut penilaiannya.
Saat itu, Capdevila menjadi bagian dari tim legenda LaLiga yang menghadapi All-Stars Iran. Namun, tidak ada penjelasan resmi yang disebutkan mengenai alasan spesifik penolakan ESTA miliknya.
Ia kembali menyampaikan keberatannya melalui media sosial karena merasa akan kehilangan momen penting bersama keluarga. Capdevila juga ingin memberi dukungan langsung kepada skuad Spanyol bersama mantan rekan setimnya pada 2010.
Persoalan Masuk AS Jelang Turnamen
Kasus Capdevila bukan satu-satunya persoalan izin masuk Amerika Serikat yang muncul pada periode Piala Dunia 2026. Sport.detik.com melaporkan wasit Somalia Omar Artan juga tidak dapat ambil bagian setelah ditolak masuk meski telah mendarat di Miami.
Sejumlah ofisial Iran turut disebut tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat selama turnamen berlangsung. Situasi tersebut menyoroti hambatan perjalanan yang dapat dialami figur sepak bola menjelang ajang besar itu.
Bagi Capdevila, keputusan tersebut berpotensi menghilangkan kesempatan menyaksikan final Piala Dunia 2026 bersama anak-anak dan mantan rekan setimnya. Permintaan bantuannya kepada otoritas AS menunjukkan bahwa ia masih berharap masalah izin perjalanan itu dapat diselesaikan sebelum laga digelar.
Source: sport.detik.com






