ETF Bitcoin Justru Jadi Jalur Keluar Cepat, Harga Dekat US$83.000 Memicu Aksi Jual

Pasar Bitcoin sedang memberi sinyal yang jarang terlihat: level yang seharusnya menjadi penyangga justru berubah menjadi titik yang mendorong investor keluar. Dalam kondisi seperti ini, arus dana dari ETF Bitcoin tidak lagi sekadar menekan harga, tetapi juga menunjukkan bahwa banyak pemegang memilih menjual ketika harga mendekati basis biaya mereka.

Data terbaru memperlihatkan arus keluar ETF Bitcoin spot di AS mencapai skala besar. Menurut K33 Research, sekitar US$1,7 miliar keluar dari berbagai fund dalam lima hari hingga Senin, ketika Bitcoin mendekati US$83.000.

K33 menilai kedekatan harga dengan basis biaya investor ETF punya kaitan erat dengan lonjakan penjualan. Peluang terjadinya hari dengan arus keluar besar naik menjadi di atas 10% saat harga bergerak dekat dengan level beli rata-rata para pemegang ETF.

Sebaliknya, peluang itu hanya sekitar 3% ketika harga berada jauh lebih tinggi. Artinya, semakin dekat harga dengan titik impas, semakin besar dorongan untuk keluar dari posisi.

Titik impas berubah jadi pemicu jual

Vetle Lunde dari K33 menjelaskan bahwa hari-hari dengan arus keluar besar jauh lebih umum terjadi saat BTCUSD diperdagangkan dekat dengan basis biayanya. Alasannya sederhana, pelaku pasar cenderung menghindari kerugian yang lebih dalam.

Tekanan itu datang dari dua arah. Investor yang sudah mendekati posisi rugi memilih menjual lebih cepat, sementara mereka yang baru melihat penurunan tajam juga terdorong memangkas kerugian.

Akibatnya, basis biaya tidak lagi berfungsi sebagai lantai harga yang menahan penurunan. Justru area itu menjadi batas yang memicu penjualan sebelum pemulihan sempat menguat.

Area US$83.000 menjadi sorotan

Level US$83.000 bukan hanya penting karena terkait basis biaya ETF. Harga itu juga berada di sekitar rata-rata pergerakan 200 hari Bitcoin saat ini.

Secara historis, Bitcoin kerap tertahan di area tersebut. Pada Maret 2022, reli aset kripto ini juga berhenti setelah mencapai level itu, dan analis CryptoQuant menyebutnya sebagai “batas atas utama pasar bearish”.

Gabungan antara basis biaya investor ETF dan rata-rata 200 hari membuat zona US$83.000 sangat sensitif bagi arah pasar. Karena itu, setiap pergerakan ke area tersebut cenderung memunculkan respons jual yang cepat.

Momentum Bitcoin ikut melemah

Perubahan perilaku investor ETF muncul saat momentum pasar Bitcoin memang sedang menurun. Sepanjang 2024, Bitcoin sempat menikmati dukungan arus utama lewat ETF baru, dukungan Wall Street, dan masuknya aset ini ke daftar pilihan penasihat keuangan.

Namun sepanjang 2026, audiens yang semula tertarik perlahan meninggalkan pasar. Investor ritel mulai keluar, sementara arus dana institusional menipis karena perdagangan arbitrase memudar.

Harga Bitcoin pun bergerak lebih lemah. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$77.600, jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat melampaui US$126.000.

Arus keluar belum berhenti

Tekanan jual di ETF juga masih berlanjut. Bloomberg melaporkan investor menarik sekitar US$1,1 miliar dari berbagai fund hingga Rabu.

Bagi pasar, ini menegaskan bahwa ETF yang semula dipuji sebagai jembatan antara kripto dan keuangan konvensional kini juga berfungsi sebagai jalur keluar yang efisien. Di saat yang sama, pasar masih bergantung pada satu pembeli mekanis besar untuk menopang harga dasar.

Kondisi itu membuat pemulihan sulit bertahan lama. Ketika harga naik, sebagian investor justru memanfaatkan momentum untuk menjual lagi.

Komposisi pemegang ikut bergeser

K33 juga mencatat perubahan di dalam kepemilikan ETF Bitcoin. Pada kuartal pertama, pelaku institusional mengurangi eksposur mereka sebanyak 26.733 token.

Di periode yang sama, investor ritel justru menambah 19.395 token. Pengurangan dari institusi terutama didorong oleh fund seperti Millennium Management dan Jane Street.

K33 mengaitkan perubahan ini dengan menyempitnya imbal hasil kripto dan munculnya peluang investasi lain. Pergeseran itu menunjukkan tekanan di pasar Bitcoin tidak hanya berasal dari harga, tetapi juga dari siapa yang masih memilih bertahan di dalamnya.

Berita Terkait