Monopoly kini identik dengan perlombaan membeli properti, menarik sewa, dan menjadi pemain paling kaya. Namun, gagasan yang melandasi permainan ini pada awalnya justru ditujukan untuk memperlihatkan akibat buruk monopoli serta ketimpangan ekonomi.
Tokoh di balik gagasan tersebut adalah Elizabeth Magie, perempuan yang merancang permainan papan pada awal 1900-an. Perjalanan karyanya memperlihatkan bagaimana kritik sosial dapat berubah menjadi permainan kompetitif yang dikenal di berbagai negara.
| Fakta | Peran dalam Sejarah Monopoly |
|---|---|
| Elizabeth Magie | Perancang permainan awal |
| The Landlord’s Game | Cikal bakal konsep Monopoly |
| Henry George | Ekonom yang memengaruhi pemikiran Magie |
| Charles Darrow | Tokoh yang lama dikenal publik sebagai pencipta Monopoly |
| Parker Brothers | Perusahaan yang menjual versi Monopoly pada 1930-an |
1. Elizabeth Magie menciptakan The Landlord’s Game
Sebelum Monopoly menjadi nama yang mendunia, Elizabeth Magie menciptakan The Landlord’s Game pada 1904. Permainan papan itu menjadi bentuk awal dari konsep yang kemudian berkembang menjadi Monopoly.
Permainan tersebut tidak dibuat hanya untuk hiburan keluarga. Magie menjadikannya sebagai medium untuk mengenalkan persoalan ekonomi dengan cara yang dapat diamati langsung oleh pemain.
2. Tujuan awalnya adalah mengkritik monopoli
Menurut British Library yang dikutip Beautynesia, Magie membuat permainan itu untuk menunjukkan konsekuensi monopoli dan ketimpangan ekonomi dalam masyarakat. Aturan bermainnya menggambarkan bagaimana kepemilikan dapat menghasilkan keuntungan yang terkonsentrasi pada sedikit orang.
Dalam sistem semacam itu, pemain lain dapat menghadapi kesulitan keuangan. Gagasan tersebut sangat berbeda dengan citra Monopoly modern yang berfokus pada akumulasi aset dan kemenangan finansial.
3. Pemikiran Magie dipengaruhi Henry George
Elizabeth Magie dipengaruhi oleh Henry George, ekonom yang mengkritik monopoli tanah dan ketimpangan ekonomi. Pengaruh itu menjelaskan mengapa The Landlord’s Game membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar persaingan antarpemain.
Melalui permainan, Magie menempatkan kepemilikan, kekayaan, dan ketidakadilan sebagai persoalan yang bisa dirasakan dalam jalannya permainan. Pemain dapat melihat dampak ketika keuntungan terus bergerak menuju pihak yang menguasai aset.
4. Namanya sempat tenggelam dari sejarah permainan
Kontribusi Magie tidak selalu mendapat pengakuan luas dalam sejarah Monopoly. Ketika Charles Darrow menjual versi Monopoly kepada Parker Brothers pada 1930-an, publik lebih sering mengenalnya sebagai pencipta permainan tersebut.
National Women’s History Museum mencatat nama Elizabeth Magie kemudian jarang dibahas dalam perjalanan Monopoly. Padahal, rancangan dan gagasan awalnya menjadi bagian penting dalam sejarah permainan papan itu.
5. Magie juga menyuarakan hak perempuan
Magie dikenal sebagai perempuan progresif yang mendukung hak perempuan dan mengkritik ketimpangan sosial. Menurut Visit Forgottonia, ia memakai karya serta tulisannya untuk membahas persoalan ekonomi dan posisi perempuan di masyarakat.
Seiring waktu, Monopoly tumbuh menjadi permainan papan populer yang dimainkan jutaan orang di berbagai negara. Kisah Magie menunjukkan bahwa di balik permainan tentang kekayaan itu terdapat kritik awal terhadap cara kekayaan dapat terkumpul pada segelintir pihak.
