Fantic XMF125 Lebih Ringan Dan Galak, Aprilia SX 125 Tetap Lebih Ramah Dipakai Harian

Author: Redaksi Android62

Di kelas supermoto 125cc Eropa, Aprilia SX 125 dan Fantic XMF125 sama-sama membawa mesin 15 hp, tetapi rasa berkendaranya dibuat sangat berbeda. Aprilia memilih jalur yang lebih ramah untuk harian, sementara Fantic menonjolkan karakter yang lebih galak dan dekat dengan motor kompetisi kecil.

Perbedaan itu tidak hanya terasa dari tenaga, tetapi juga dari bobot, rangka, setelan suspensi, sampai posisi berkendara. Karena itu, dua motor asal Italia ini menyasar rider muda pemegang lisensi A1 dengan kebutuhan yang tidak sama.

Fantic lebih ringan dan lebih agresif

Fantic XMF125 memakai mesin 1 silinder 124,66cc 4-katup VVA berpendingin cairan dengan tenaga maksimum 15 hp. Torsinya mencapai 11,8 Nm pada 7.500 rpm, dan setelan mesinnya dibuat lebih responsif untuk sensasi berkendara yang hidup.

Bobotnya hanya 127 kg, lebih ringan dibanding Aprilia SX 125. Dipadukan dengan perimeter steel frame, motor ini terasa lebih agresif saat diajak menikung atau bergerak cepat di jalur berliku.

Tinggi jok Fantic juga 870 mm, sedikit lebih rendah dari Aprilia. Di sisi pengereman, motor ini sudah memakai ABS dual-channel dan knalpot Arrow dari pabrik, yang mempertegas kesan premium sekaligus sporty.

Aprilia bermain di sisi yang lebih mudah didekati

Berbeda dari Fantic, Aprilia SX 125 dirancang dengan karakter yang lebih halus dan linear. Mesin 1 silinder 124cc 4-katup berpendingin cairan yang dipakai menghasilkan tenaga maksimum 15 hp, dengan torsi 11,4 Nm pada 8.500 rpm.

Sifat tenaga seperti ini membuat SX 125 lebih mudah dikendalikan untuk pemakaian harian. Responsnya terasa rapi dan tidak liar, sehingga cocok untuk rider pemula yang ingin supermoto sporty tanpa karakter mesin yang terlalu menuntut.

Aprilia juga membawa rangka aluminium Twin-Spar dengan bobot 136 kg. Meskipun lebih berat, kombinasi ini memberi rasa yang matang dan stabil untuk pemakaian sehari-hari maupun riding santai yang masih ingin sedikit sporty.

Handling dan ergonomi ikut membentuk karakter

Di atas kertas, keduanya sama-sama memakai suspensi upside-down 41 mm dan monoshock. Namun, hasil akhirnya berbeda karena bobot, rangka, dan setelan dasar yang tidak sama.

Fantic terasa lebih firm dan presisi di bagian depan, sedangkan Aprilia memberi keseimbangan yang lebih nyaman. Untuk manuver di tikungan sempit maupun lalu lintas padat, Aprilia terasa lebih lincah dan mudah diajak bergerak.

Posisi riding juga ikut memengaruhi rasa masing-masing motor. Aprilia memakai setang lebar dan posisi tegak yang mendukung kontrol tanpa mengorbankan kenyamanan, sementara Fantic hadir dengan posisi lebih tinggi dan aktif yang lebih dekat ke nuansa balap mini.

Fitur dan tampilan menegaskan arah desain

Secara visual, Aprilia SX 125 tampil dengan bodywork tajam dan grafis khas Aprilia. Motor ini juga sudah dibekali lampu full LED, panel digital modern, ABS, serta ergonomi dan kualitas rakitan yang dinilai lebih nyaman.

Fantic XMF125 menempuh pendekatan berbeda lewat bodywork ramping dan suspensi tinggi. Aura racing-nya terasa lebih kuat, membuat motor ini terlihat seperti supermoto balap mini yang tetap legal digunakan di jalan raya.

Pilihan di antara keduanya pada akhirnya sangat bergantung pada kebutuhan pengendara. Aprilia SX 125 cocok untuk rider yang mencari supermoto modern dengan karakter sporty yang mudah dipakai setiap hari, sedangkan Fantic XMF125 lebih pas untuk mereka yang menginginkan rasa racing, bobot lebih ringan, dan respons berkendara yang lebih galak.

Source: ridertua.com
Berita Terbaru