Sorotan terbesar dari gameplay baru God of War Laufey justru datang dari gaya bertarung Faye yang terasa jauh lebih gesit dibanding Kratos. Gerakannya cepat, serangannya agresif, dan transisi dari pertarungan darat ke udara terlihat mulus dalam cuplikan yang baru diperlihatkan.
Perbedaan itu membuat arah baru seri ini terasa sangat menonjol sejak awal. Santa Monica Studio memang tampak sengaja memberi identitas berbeda pada Faye, sehingga petualangan God of War kali ini tidak lagi bertumpu pada kekuatan berat ala Kratos.
Cuplikan gameplay berdurasi lebih dari 20 menit itu muncul lewat PlayStation State of Play Juni 2026. Video tersebut langsung menarik perhatian besar dan disebut sudah ditonton 2,8 juta kali dalam waktu kurang dari 24 jam.
Respons publik juga terlihat kuat di YouTube. Pada Rabu (3/6/2026), video itu masuk jajaran trending untuk kategori Gaming.
Fokus cerita bergeser ke Laufey
Game terbaru ini tidak lagi menempatkan Kratos sebagai pusat kisah. Santa Monica Studio mengarahkan sorotan ke Faye, atau Laufey, yang digambarkan sebagai prajurit Jötunn sekaligus istri Kratos.
Studio tersebut memberi penekanan emosional yang lebih besar pada tokoh ini. Dalam keterangan resminya, Santa Monica Studio menyebut bahwa bagi Laufey, “petualangan baru baru saja dimulai.”
Faye terbangun secara tak terduga di Everywhen, alam baka misterius yang menjadi medan pertarungan para dewa dari berbagai mitologi. Dari sana, ia harus bergerak cepat untuk melindungi Kratos dan Atreus dari ancaman yang terus berkembang.
Everywhen membuka konflik yang lebih luas
Latar Everywhen memberi ruang baru bagi semesta God of War. Tempat ini mempertemukan berbagai dewa dalam perebutan kekuasaan, sehingga konflik yang muncul terasa lebih luas daripada pertarungan yang sebelumnya lebih terpusat.
Santa Monica Studio juga menyinggung ambisi Odin yang tetap menjadi faktor penting dalam cerita. Menurut keterangan resmi, Odin dihantui ramalan tentang kematiannya selama Ragnarök dan obsesif mengejar pengetahuan tentang sesuatu di luar kehidupan setelah kematian manusia.
Lapisan mitologi yang dipakai juga terasa semakin beragam. Kemunculan dewa dari mitologi lain seperti Sekhmet dari Mesir dan Begtse dari Buddha memperkuat kesan bahwa petualangan Faye berskala kosmik.
Faye tampil lebih lincah dari Kratos
Gaya bertarung Faye menjadi salah satu pembeda paling jelas dalam gameplay baru ini. Jika Kratos identik dengan serangan yang berat dan keras, Faye justru mengandalkan mobilitas tinggi serta kombo cepat yang lebih dinamis.
Dalam cuplikan yang ditampilkan, ritme serangannya terasa agresif dan cepat. Pergerakan itu bahkan disebut mengingatkan pada seri Devil May Cry karena intensitasnya terasa tinggi.
Faye juga dibekali pedang misterius bernama Rue. Selain itu, ada bantuan kubus kosmik bernama Phranque yang disuarakan oleh Jack Quaid.
Arah baru untuk eksklusif PS5
God of War Laufey hadir sebagai game eksklusif PS5 dengan pendekatan yang disebut lebih segar, cepat, dan brutal. Perubahan karakter utama membuka ruang bagi pengembang untuk mengeksplorasi nuansa permainan yang berbeda tanpa meninggalkan intensitas khas seri ini.
Santa Monica Studio menegaskan bahwa Faye dan Kratos sama-sama mampu memberi serangan kuat dan menerima banyak serangan. Namun, tim pengembang ingin menghadirkan rasa bermain yang unik untuk Faye agar tampilannya punya identitas sendiri.
Dengan cerita yang bergerak dari sudut pandang Laufey, game ini juga memperluas cara semesta God of War dilihat. Fokus pada perlindungan keluarga membuat motivasi Faye terasa lebih personal, karena ia harus menjaga keselamatan Kratos dan Atreus sambil menghadapi para dewa yang berebut pengaruh di Everywhen.
Source: www.suara.com






