FBI Hentikan Plot Serangan di Gedung Putih, Drone dan Penembak Jitu Jadi Sorotan

FBI menggagalkan rencana serangan teror yang disebut menyasar acara UFC Freedom 250 di halaman selatan Gedung Putih. Aparat menyebut skema itu melibatkan drone bermuatan bahan peledak, penembak jitu, hingga upaya menerobos gerbang Gedung Putih.

Otoritas keamanan menilai rencana tersebut bisa memicu kepanikan massal di tengah ribuan orang yang hadir. Sedikitnya lima orang telah ditangkap dalam pengungkapan plot berlapis itu.

Ancaman Disusun Bertahap

Menurut penjelasan pejabat keamanan, para pelaku diduga menyiapkan serangan dalam beberapa lapisan. Tahap awal disebut dimulai dengan pengerahan drone ke area acara untuk menciptakan kekacauan dan mengacaukan situasi di lapangan.

Setelah kerumunan panik, massa dikabarkan akan diarahkan ke titik tertentu. Di lokasi itu, penembak jitu sudah disiapkan untuk melancarkan serangan pada saat yang dianggap paling menguntungkan.

Di saat yang sama, kelompok lain dari jaringan yang sama disebut berusaha menerobos gerbang Gedung Putih. Pola ini memperlihatkan bahwa ancaman tidak dirancang sebagai aksi tunggal, melainkan skenario beruntun dengan beberapa sasaran.

Penggerebekan di Dua Negara Bagian

FBI mengungkap rencana tersebut pada 10 Juni dan segera melakukan penggerebekan di Cincinnati. Penangkapan pertama terjadi dalam operasi itu, sementara sejumlah tersangka lain disebut sempat bergerak ke Fredericksburg, Virginia.

Dari pengembangan kasus, penyidik menemukan setidaknya 23 pengguna aplikasi pesan terenkripsi yang diduga terlibat dalam diskusi rencana serangan. Jaringan komunikasi itu kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan aparat.

Target Tak Hanya Kerumunan

Selain menyasar lokasi acara, para pelaku juga disebut menargetkan elite kapitalis, miliarder, dan politisi tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa ancaman diarahkan bukan hanya ke penonton, tetapi juga ke tokoh-tokoh yang hadir atau berada di sekitar acara.

Acara UFC Freedom 250 sendiri digelar bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump. Kegiatan itu dihadiri sekitar 4.300 orang, termasuk 1.200 personel militer aktif, sehingga tingkat pengamanannya menjadi sangat sensitif.

Respons FBI dan Penegak Hukum

Direktur FBI Kash Patel menyebut keberhasilan tersebut lahir dari kerja cepat dan koordinasi lintas lembaga. Ia mengatakan, “Berkat tindakan cepat FBI, mitra kami, dan Departemen Kehakiman dalam operasi multi-negara bagian, sejumlah individu kini telah diamankan dan rencana serangan berhasil dihentikan sepenuhnya.”

Patel menegaskan bahwa tim penegak hukum memang disiapkan untuk mendeteksi dan merespons ancaman, terutama saat acara berskala besar. Ia menambahkan, “Kami akan membawa keadilan bagi siapa pun yang mengancam keselamatan warga Amerika.”

Pengungkapan kasus ini menegaskan bahwa aparat memandang ancaman terhadap acara publik di kawasan sensitif seperti Gedung Putih sebagai risiko serius. Dengan lima tersangka sudah diamankan, penyelidikan kini berlanjut pada jejaring komunikasi terenkripsi dan keterkaitan para pengguna yang ikut membahas serangan tersebut.

Source: www.suara.com

Berita Terkait