Fermentasi Limbah Dapur Bikin Pakan Bebek Lebih Awet, Biaya Pakan Bisa Lebih Ringan

Author: Redaksi Android62

Pakan bebek tidak selalu harus bergantung pada bahan baru yang dibeli setiap saat. Limbah dapur organik yang dipilah dengan benar ternyata dapat diolah menjadi pakan fermentasi yang lebih awet, lebih mudah dicerna, dan tetap bernilai nutrisi bagi ternak.

Cara ini menarik karena memberi dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, biaya pakan bisa ditekan, sementara di sisi lain limbah organik rumah tangga tidak langsung berakhir di tempat sampah.

Mengapa proses fermentasi penting

Saat masih segar, sisa sayuran, nasi, kulit buah, maupun sisa lauk pauk biasanya cepat busuk dan berbau. Kandungan nutrisinya juga tidak stabil, sehingga kurang ideal jika langsung dimanfaatkan sebagai pakan.

Fermentasi mengubah bahan-bahan itu menjadi lebih lunak dan memiliki aroma khas yang cenderung disukai ternak. Proses ini juga membantu bakteri baik mengurai serat kasar, meningkatkan kadar protein, dan menekan bakteri patogen yang tidak diinginkan.

Bahan yang perlu disiapkan

Pemilahan bahan menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Limbah dapur harus bebas dari plastik, staples, tulang besar yang keras, atau benda lain yang tidak layak masuk campuran.

Selain limbah dapur organik, peternak juga perlu menyiapkan dedak padi atau jagung giling. Bahan ini berfungsi sebagai sumber energi, penambah karbohidrat, sekaligus penyerap kelembapan dalam adonan.

Untuk memulai fermentasi, diperlukan EM4 Peternakan dan molase. Jika tidak tersedia, molase dapat diganti dengan gula merah atau gula pasir, sedangkan air bersih tetap dibutuhkan agar proses berjalan baik.

Peralatan yang dipakai juga sederhana. Pisau atau parang, talenan, ember plastik besar atau tong bertutup rapat, serta gelas atau wadah kecil untuk melarutkan bahan fermentasi sudah cukup.

Langkah membuat pakan fermentasi

Bahan organik yang sudah dipilah bisa dibilas singkat bila terlihat sangat kotor. Setelah itu, limbah dapur dicacah kecil-kecil sekitar 0,5 sampai 1 sentimeter supaya bakteri bekerja lebih cepat dan pakan lebih mudah dimakan bebek.

Larutan dekomposer dibuat dengan mencampurkan 2 tutup botol EM4 Peternakan dan 2 tutup botol molase atau air gula ke dalam satu gayung air bersih. Campuran tersebut diaduk rata lalu didiamkan sekitar 15 sampai 20 menit agar bakteri aktif.

Setelah itu, limbah dapur yang sudah dicacah dicampur dengan dedak padi dengan perbandingan sekitar 3:1. Larutan EM4 aktif kemudian disiramkan sedikit demi sedikit sambil adonan diaduk merata.

Kadar air perlu dijaga dengan baik. Adonan yang pas akan menggumpal saat diremas, tidak meneteskan air, dan tidak buyar saat kepalan dibuka, sedangkan campuran yang terlalu basah perlu ditambah dedak dan yang terlalu kering bisa diberi percikan air secukupnya.

Pemeraman dan tanda hasil yang baik

Setelah kelembapan pas, adonan dimasukkan ke ember atau tong lalu dipadatkan sekuat mungkin untuk mengurangi ruang udara. Wadah kemudian harus ditutup rapat, bahkan bisa dilapisi kantong plastik agar benar-benar kedap udara.

Proses pemeraman umumnya berlangsung sekitar 4 hingga 5 hari, meski secara umum fermentasi dapat memakan waktu 3 hingga 7 hari tergantung suhu dan jenis bahan. Pakan yang berhasil biasanya mengeluarkan aroma seperti tape atau ragi dengan kesan asam manis segar.

Jamur putih tipis di permukaan masih dianggap wajar. Sebaliknya, jika muncul jamur hitam atau hijau, bau busuk, dan tekstur tampak membusuk, pakan sebaiknya tidak digunakan.

Cara memberi ke bebek

Pakan fermentasi ini umumnya siap diberikan pada bebek berusia 20 hari atau lebih. Jika ternak belum terbiasa, porsinya sebaiknya dimulai dari sekitar 20 persen lalu dicampur dengan pakan biasa.

Porsi tersebut dapat dinaikkan bertahap setiap hari hingga mencapai 100 persen. Saat hendak diberikan, pakan sebaiknya diambil secukupnya lalu diangin-anginkan sekitar 10 menit agar sisa gas alkohol menguap, kemudian tong segera ditutup kembali rapat.

Penyimpanan juga perlu dilakukan di tempat teduh, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Dalam kondisi kedap udara, pakan bisa bertahan 2 hingga 3 minggu, bahkan disebut dapat awet berbulan-bulan.

Peternak tetap perlu berhati-hati saat memilih bahan. Limbah yang terlalu berminyak, makanan basi berjamur, dan bahan pedas sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu kesehatan bebek.

Berita Terbaru