Ferrari Luce datang dengan dua hal yang langsung menyita perhatian: tenaga besar dan format kabin yang belum pernah muncul di lini Ferrari. SUV listrik ini menjadi model 5-seater pertama dari pabrikan asal Maranello itu, sambil membawa banderol sekitar Rp 12 miliar.
Di saat banyak orang masih memperdebatkan bentuknya, Ferrari justru menempatkan Luce sebagai langkah baru yang sangat berani. Mobil ini juga menandai pergeseran penting karena Ferrari masuk lebih dalam ke era elektrifikasi lewat sebuah SUV listrik penuh.
Kabin lima kursi yang jadi pembeda
Yang paling menonjol dari Luce bukan hanya statusnya sebagai mobil listrik pertama Ferrari, tetapi juga susunan kabinnya. Ferrari membuatnya sebagai SUV lima penumpang, sesuatu yang belum pernah hadir pada model-model mereka sebelumnya.
Langkah ini membuat Luce terasa lebih praktis dibanding citra lama Ferrari yang selama ini identik dengan mobil dua tempat duduk atau model bergaya coupe. Di sisi lain, Ferrari tetap berusaha menjaga karakter performa yang menjadi identitas utama merek tersebut.
Keputusan menghadirkan lima kursi juga menunjukkan arah baru Ferrari saat menghadapi pasar listrik. Mobil ini tidak hanya mengejar sensasi berkendara, tetapi juga menawarkan fungsi harian yang lebih luas.
Desain yang memicu pro dan kontra
Sorotan lain datang dari tampilannya yang jauh dari kesan Ferrari pada umumnya. Luce hadir seperti SUV berwujud kaca dengan sayap depan dan belakang yang dibuat aerodinamis.
Pintu baris keduanya memakai gaya coach door, yang membuatnya sekilas mengingatkan pada Rolls-Royce. Perbedaan bahasa desain ini ikut memancing kritik karena wajah Luce dianggap tidak sejalan dengan citra sporty dan elegan Ferrari.
Rancangan tersebut juga tidak lepas dari peran LoveFrom, studio milik Jony Ive dan Marc Newson. Keduanya dikenal lewat karya ikonik seperti iPhone dan Apple Watch, sehingga pendekatan desain pada SUV Ferrari ini terasa sangat berbeda dari bahasa desain Ferrari yang biasa.
Ferrari juga memberi Luce ukuran roda yang ekstrem untuk standarnya sendiri. Pelek depan berukuran 23 inci, sedangkan pelek belakang mencapai 24 inci, dan itu disebut sebagai pelek terbesar yang pernah dipakai Ferrari.
Tenaga besar di balik bobot 2,2 ton
Di balik tampilannya yang kontroversial, Luce tetap membawa angka performa yang agresif. Ferrari membekalinya dengan empat motor listrik yang dipasang di setiap roda.
Motor depan menghasilkan 282 hp, sementara motor belakang menyumbang 831 hp. Jika mode Boost aktif, total tenaganya bisa naik hingga 1.035 hp.
Dengan bobot 2,2 ton, Luce memang bukan mobil ringan. Namun Ferrari mengklaim SUV ini tetap sanggup melesat dari 0-100 km/jam dalam 2,5 detik.
Untuk menjaga pengendalian, Ferrari memakai suspensi aktif generasi ketiga yang sebelumnya digunakan pada model F80. Selain itu, ada juga independent 4-wheel steering dan torque vectoring untuk membantu pembagian tenaga ke masing-masing roda.
Ferrari tetap mencari sensasi khas mobil bermesin bensin
Karena ini mobil listrik, Luce tidak memiliki raungan mesin seperti Ferrari konvensional. Ferrari lalu memakai accelerometer di poros roda belakang untuk menangkap getaran dan mengubahnya menjadi suara yang keluar lewat speaker.
Cara kerjanya dibuat mirip gitar listrik, dan volume suara bisa diatur pengguna. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Ferrari masih ingin menjaga unsur emosional saat berkendara meski sumber tenaganya sudah berubah total.
Ferrari menyebut pengembangan Luce memakan waktu lima tahun. Seluruh komponennya, mulai dari fitur sampai motor listrik, dibuat sendiri agar kualitas tetap terjaga dan nilai jual kembali tetap kuat.
Harga tinggi dan jadwal jual yang masih lama
Dengan harga sekitar Rp 12 miliar, Luce masuk ke kelas super premium. Banderol itu bahkan disebut lebih mahal daripada mobil Ferrari lain yang biasanya berada di kisaran Rp 5 miliar.
Meski sudah diperkenalkan, mobil ini belum langsung dijual ke pasar global. Penjualannya baru dimulai pada kuartal kedua 2027, sehingga respons pasar terhadap SUV listrik pertama Ferrari ini masih harus menunggu.
Source: ridertua.com






