Pengguna Galaxy yang memakai One UI 8.5 tidak lagi bisa mengandalkan filter video langsung di aplikasi Kamera bawaan. Efek yang sebelumnya bisa dipakai saat merekam kini bergeser ke tahap penyuntingan setelah video selesai dibuat.
Perubahan ini terasa cukup besar karena fitur tersebut sebelumnya hadir di mode Video, terutama saat merekam Full HD 1080p pada 30fps dan 60fps. Bagi pengguna yang terbiasa melihat hasil akhir sejak proses perekaman dimulai, alur baru ini membuat pengalaman memakai kamera Galaxy jadi berbeda.
Di beberapa perangkat Galaxy, perubahan itu sudah terlihat jelas. Galaxy S25 Ultra, Galaxy Z Fold 6, dan Galaxy Z Fold 7 masih menampilkan opsi filter video saat memakai One UI 8.0, tetapi menu tersebut hilang ketika perangkat menjalankan versi stabil One UI 8.5.
Filter pindah ke Samsung Studio
Dengan perubahan ini, pengguna harus merekam video lebih dulu sebelum memberi efek. Prosesnya kini berlangsung di Samsung Studio, aplikasi editor bawaan Samsung yang menyediakan filter setelah video selesai direkam.
Samsung Studio membawa 13 filter bawaan yang bisa langsung dipakai. Selain itu, ada delapan filter tambahan yang bisa diunduh lewat Galaxy Store, dan masih tersedia pula puluhan paket filter gratis serta berbayar untuk perangkat Galaxy.
Meski pilihan filter jadi lebih banyak di tahap editing, hasilnya tidak sama persis dengan filter real-time saat merekam. Penerapan filter lewat Samsung Studio tampak dapat mengompresi file video selama pemrosesan berlangsung.
Contohnya terlihat pada video 4K HDR 60fps berukuran 467MB. Setelah diberi filter bawaan di Samsung Studio, ukuran file itu turun menjadi 334MB.
Masih ada jalur lain, tetapi lebih teknis
Samsung tetap menyediakan cara lain untuk menyesuaikan tampilan video di One UI 8.5. Opsi itu hadir melalui format video Log dan profil Cinematic LUT di mode Pro Video pada aplikasi Kamera bawaan.
Fitur tersebut pertama kali hadir bersama Galaxy S26 Ultra. Profil LUT juga bisa diterapkan ke video Log lewat editor bawaan ponsel atau software profesional seperti DaVinci Resolve.
Namun, jalur ini jelas lebih teknis dibanding filter instan di mode Video. Saat ini, kemampuan merekam video Log hanya tersedia pada seri Galaxy S24 dan model yang lebih baru.
Itu berarti tidak semua pengguna Galaxy yang kehilangan filter video otomatis mendapatkan pengganti yang setara. Untuk banyak pengguna kasual, filter langsung saat merekam tetap lebih praktis karena hasilnya bisa dilihat seketika tanpa proses tambahan.
Belum ada penjelasan resmi dari Samsung
Sampai saat ini, Samsung belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan penghapusan filter video dari mode perekaman. Ketiadaan penjelasan itu membuat perubahan ini memunculkan banyak tanda tanya, apalagi fitur tersebut sebelumnya sudah tersedia di sejumlah perangkat Galaxy.
Situasinya juga makin menarik karena One UI 9.0 beta belum mengembalikan fitur itu. Kondisi tersebut membuat banyak pihak menilai perubahan ini memang dilakukan secara sengaja, bukan sekadar hilang sementara.
Bagi sebagian pengguna, keputusan ini terasa mengecewakan karena filter video selama ini dianggap sebagai cara cepat untuk memberi sentuhan visual tanpa harus masuk ke tahap penyuntingan. Di sisi lain, One UI 8.5 tetap membawa sejumlah pembaruan lain untuk ponsel dan tablet Galaxy.
Yang jelas, pemilik Galaxy yang sering memakai filter video saat merekam konten Full HD kini harus menyesuaikan kebiasaan. Pilihannya bergeser ke editing setelah perekaman atau ke jalur yang lebih profesional lewat Log video dan LUT, selama perangkat yang digunakan mendukungnya.
Source: www.sammobile.com






