Lebih dari 240 skater dari tujuh pengurus provinsi meramaikan Kejurnas Ice Skating Indonesia 2026 di Oasis Center Arena, AEON Mall Jakarta Garden City. Kehadiran peserta dalam jumlah besar ini menjadi penanda bahwa pembinaan ice skating di Indonesia terus bergerak naik dan makin melibatkan banyak daerah.
Di tengah sorotan itu, FISI Banten ikut mencuri perhatian karena membawa 49 atlet unggulan ke kejuaraan nasional tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa daerah tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga aktif menyiapkan atlet untuk persaingan yang lebih panjang, termasuk target menuju PON 2028.
Persaingan Ice Skating Makin Padat
Kejurnas Ice Skating Indonesia 2026 digelar pada 27-29 April 2026 dan menjadi edisi ke-11 penyelenggaraan. Sekjen Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) Banten, Natalie Read, menyebut jumlah peserta tahun ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa olahraga musim dingin yang satu ini mulai mendapat tempat yang lebih kuat di Indonesia. Dengan banyaknya peserta dari berbagai provinsi, kejuaraan nasional ini juga berfungsi sebagai gambaran perkembangan teknik, konsistensi latihan, dan kesiapan atlet di level kompetitif.
Banten Kirim 49 Atlet untuk Ukur Kekuatan
Keterlibatan FISI Banten tidak datang dalam skala kecil. Sebanyak 49 atlet unggulan dikirim untuk bersaing di ajang nasional tersebut, sebuah jumlah yang menegaskan keseriusan daerah dalam membangun jalur pembinaan yang lebih terarah.
Bagi daerah, kehadiran di kejuaraan seperti ini punya arti lebih dari sekadar mengejar medali. Ajang nasional memberi ruang untuk melihat langsung kemampuan atlet sekaligus menilai apakah pola pembinaan yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat.
Partisipasi besar juga membuka kesempatan bagi atlet Banten untuk mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih luas. Dari sana, federasi daerah bisa membaca aspek mana yang masih perlu diperkuat agar persiapan ke level berikutnya berjalan lebih efektif.
Kejurnas Akuatik Dibuka sebagai Bagian dari Pembinaan Nasional
Di cabang lain, Kejurnas Akuatik 2026 resmi dibuka oleh Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta. Kejuaraan ini dibuka pada Selasa, 28 April 2026, dan langsung mendapat sorotan karena dikaitkan dengan pembinaan prestasi olahraga air nasional.
Anindya menekankan bahwa kejuaraan nasional semacam ini bukan sekadar agenda rutin. Ajang tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan prestasi atlet, sekaligus ruang penting untuk melihat perkembangan mereka dalam pengawasan federasi dan pelatih.
Jalur Penting Menuju Level Lebih Tinggi
Kejurnas Akuatik juga disebut sebagai salah satu jalur seleksi menuju kompetisi yang lebih besar. Di antaranya adalah Asian Games dan Olimpiade Remaja, sehingga hasil di arena nasional punya bobot penting bagi pemetaan prestasi atlet.
Dalam konteks pembinaan, kejuaraan seperti ini membantu federasi membaca kesiapan atlet secara lebih nyata. Penampilan di arena nasional kerap menjadi bahan evaluasi untuk menilai siapa saja yang siap melangkah ke tingkat pertandingan yang lebih tinggi.
Dua Ajang, Satu Arah Pembinaan
Meski berlangsung di cabang berbeda, Kejurnas Akuatik dan Kejurnas Ice Skating sama-sama memperlihatkan bahwa kompetisi nasional tetap menjadi fondasi utama olahraga prestasi Indonesia. Federasi pusat dan daerah membutuhkan ajang seperti ini untuk memetakan kekuatan atlet secara lebih jelas.
Keterlibatan banyak atlet dari berbagai daerah juga menegaskan bahwa pembinaan tidak berhenti di latihan harian. Melalui kompetisi yang terstruktur dan berjenjang, jalur menuju prestasi nasional maupun internasional bisa dipantau dengan lebih baik oleh federasi, pelatih, dan daerah.
Source: www.viva.co.id






