Dengan harga mulai US$ 99,99, Fitbit Air langsung diposisikan sebagai penantang serius Whoop di kelas fitness tracker premium tanpa layar. Perangkat ini tetap bisa dipakai tanpa langganan, sehingga memberi jalan masuk yang lebih murah bagi pengguna yang ingin memantau kesehatan sepanjang hari.
Google membawa Fitbit Air sebagai perangkat Fitbit pertama tanpa layar sekaligus tracker terkecil yang pernah dibuat perusahaan. Ukurannya diklaim sekitar 25% lebih kecil dari Fitbit Luxe, dengan ketebalan 8,3 mm, bobot modul utama 5,2 gram, dan sekitar 12 gram saat dipasang bersama strap.
Bentuknya dibuat menyerupai pebble kecil yang bisa dipindahkan ke berbagai strap. Pendekatan ini menempatkan Fitbit Air lebih dekat sebagai alat pemantau kesehatan pasif, bukan pengganti jam pintar yang penuh notifikasi.
Pemantauan kesehatan yang tetap lengkap
Walau tampil sangat ringkas, Fitbit Air membawa rangkaian fitur kesehatan yang luas. Perangkat ini memantau detak jantung 24 jam, ritme jantung, HRV, kadar oksigen darah atau SpO2, suhu tubuh, laju pernapasan, serta memberi notifikasi jika terdeteksi indikasi AFib.
Di sisi tidur, Fitbit Air melacak tahapan tidur, durasi tidur, dan sleep score. Google juga menyebut sistem pelacakan tidur terbaru berbasis Gemini AI dapat meningkatkan akurasi hingga 15% dalam mendeteksi gangguan tidur dan perpindahan fase tidur.
Perangkat ini juga memiliki smart wake alarm dengan getaran halus untuk membangunkan pengguna pada waktu yang lebih optimal dalam siklus tidur. Selain itu, Fitbit Air bisa mendeteksi olahraga secara otomatis dan membantu pengguna memulai latihan lewat aplikasi Google Health atau rekomendasi dari AI Health Coach.
Google turut menambahkan daily readiness score dan cardio load. Dua metrik ini dipakai untuk membantu pengguna mengetahui kapan tubuh siap berlatih lebih berat dan kapan sebaiknya fokus pada pemulihan.
Google Health menjadi pusat pengalaman baru
Peluncuran Fitbit Air datang bersamaan dengan perubahan besar di ekosistem Fitbit. Google kini mengubah aplikasinya menjadi Google Health, dan pusat pengalamannya adalah health coach berbasis Gemini AI.
Fitur ini dirancang untuk mengubah data kesehatan menjadi saran yang lebih mudah dipahami. Health coach dapat menyusun rencana latihan adaptif, memberi masukan pemulihan tubuh, membaca pola tidur, dan menyesuaikan rekomendasi secara real time berdasarkan performa pengguna.
Sistem tersebut juga dapat menggabungkan data dari Fitbit Air, Google Pixel Watch, aplikasi lain, hingga rekam medis pengguna di Amerika Serikat. Namun, akses ke AI coach hanya tersedia melalui layanan Google Health Premium.
Pengguna tetap bisa memakai fitur dasar seperti pelacakan aktivitas, tidur, HRV, dan detak jantung tanpa biaya tambahan. Setiap pembelian Fitbit Air juga mendapatkan uji coba Google Health Premium selama tiga bulan.
Setelah masa uji coba, layanan premium diperkirakan dibanderol sekitar US$ 10 per bulan atau sekitar Rp 173.000, serta US$ 100 per tahun atau sekitar Rp 1,73 juta. Skema ini membuat pengalaman penuh Fitbit Air lebih bergantung pada layanan tambahan, tetapi fungsi dasarnya tetap terbuka untuk pengguna tanpa langganan.
Daya tahan baterai dan pilihan strap
Salah satu keunggulan utama Fitbit Air ada pada baterainya. Google mengklaim perangkat ini mampu bertahan hingga tujuh hari dalam sekali isi daya, sementara pengisian lima menit disebut cukup untuk pemakaian satu hari penuh.
Pengisian penuh dari 0 sampai 100 persen membutuhkan sekitar 90 menit dengan charger magnetik. Fitbit Air juga mengantongi sertifikasi tahan air 5 ATM, sehingga aman dipakai untuk aktivitas harian maupun olahraga.
Google memakai sistem strap modular agar pengguna mudah mengganti tampilan. Opsi yang ditawarkan meliputi performance loop berbahan daur ulang, active band berbahan silikon tahan keringat, dan elevated modern band dengan tampilan lebih premium.
Pilihan warnanya mencakup obsidian, fog, lavender, dan berry. Google juga menyiapkan edisi khusus hasil kolaborasi dengan Stephen Curry yang memakai kombinasi warna rye brown dan aksen oranye.
Lebih murah dari Whoop dan siap dipakai lintas platform
Daya tarik besar lainnya datang dari harga awalnya. Fitbit Air dijual mulai US$ 99,99 dan sudah tersedia untuk pre-order, sedangkan edisi khusus Stephen Curry dibanderol US$ 129,99.
Aksesori strap tambahan dijual mulai US$ 34,99. Dibandingkan Whoop yang mengharuskan pengguna berlangganan tahunan sekitar US$ 199 hingga US$ 359, Fitbit Air menawarkan jalan masuk yang jauh lebih ringan karena tetap bisa digunakan tanpa biaya langganan.
Perangkat ini kompatibel dengan Android dan iOS. Google menjadwalkan ketersediaan resminya mulai 26 Mei 2026, sehingga Fitbit Air menjadi langkah baru perusahaan di kategori wearable yang lebih fokus pada kesehatan dan kenyamanan jangka panjang.
Source: www.beritasatu.com






