Flagship bekas yang dirilis satu atau dua tahun lalu dapat menjadi pilihan lebih bernilai dibandingkan HP baru kelas entry-level pada 2026. Perangkat premium lama umumnya masih menawarkan performa, material, dan kelengkapan fitur yang sulit ditandingi ponsel murah baru.
Perbandingan ini semakin relevan ketika produsen menghadapi biaya komponen yang meningkat tajam. Ruang untuk mempertahankan harga di segmen murah terbatas, sehingga pemangkasan spesifikasi berpotensi menjadi jalan yang dipilih vendor.
Fondasi Premium Masih Menjadi Nilai Utama
Sejak awal, flagship dirancang untuk kebutuhan kelas premium dengan sasis aluminium, kaca pelindung kelas atas, serta perlindungan tahan air melalui IP-rating resmi. Kelengkapan seperti ini tidak selalu tersedia pada perangkat entry-level yang baru dirilis.
Prosesor premium generasi sebelumnya juga masih berpeluang menawarkan efisiensi daya dan kemampuan grafis di atas cip kelas bawah terbaru. Kondisi tersebut membuat perangkat bekas dari kelas flagship tetap layak dipertimbangkan untuk penggunaan jangka panjang.
Dukungan perangkat lunak menjadi faktor lain yang perlu diperiksa sebelum membeli. Merek besar disebut menyediakan pembaruan sistem operasi selama lima hingga tujuh tahun untuk lini premium mereka, sehingga sebagian unit bekas masih dapat memperoleh pembaruan keamanan dan sistem.
Tekanan Harga Komponen
Kenaikan biaya produksi smartphone berkaitan dengan pasokan memori global yang mengetat. Ledakan kebutuhan kecerdasan buatan atau AI meningkatkan permintaan cip memori berkecepatan tinggi, termasuk komponen yang juga diperlukan industri smartphone.
Gartner melaporkan harga gabungan DRAM dan SSD meningkat hingga 130 persen. Dampaknya, harga jual rata-rata perangkat pintar baru naik setidaknya 13 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
| Indikator | Perubahan | Dampak |
|---|---|---|
| Harga DRAM dan SSD | Naik hingga 130 persen | Biaya komponen smartphone meningkat |
| Harga rata-rata perangkat pintar baru | Naik minimal 13 persen | Tekanan harga bagi pembeli meningkat |
| Pasar refurbished global | Diproyeksikan tumbuh 15,4 persen pada 2026 | Minat terhadap perangkat bekas terorganisir bertambah |
Counterpoint Research mencatat harga memori terus bergerak naik hingga kuartal kedua 2026. Situasi itu menekan margin produsen dan mendorong mereka mencari cara agar harga jual perangkat tetap dapat dijangkau.
Segmen Murah Paling Rentan Dipangkas
Segmen entry-level menghadapi tekanan paling besar karena kenaikan harga sulit diteruskan sepenuhnya kepada konsumen. Untuk tetap berada pada kisaran harga terjangkau, vendor dapat mengurangi konfigurasi yang sebelumnya menjadi nilai jual perangkat.
Pemangkasan dapat muncul pada penggunaan chipset yang lebih lama, resolusi layar, jumlah sensor kamera, hingga material bodi. Laporan yang dikutip techno.viva.co.id menyebut kenaikan biaya bill of materials atau BoM sebagai salah satu pendorong kompromi tersebut.
Akibatnya, status sebagai perangkat baru tidak selalu berarti peningkatan teknologi yang berarti. Dalam sejumlah kondisi, kemampuan ponsel murah baru dapat berada di bawah standar perangkat yang dirilis dua tahun sebelumnya.
Pasar Bekas Terorganisir Menguat
CCS Insight memproyeksikan pasar HP refurbished global tumbuh 15,4 persen sepanjang 2026. Proyeksi tersebut menunjukkan pergeseran minat pembeli ketika harga perangkat baru meningkat dan spesifikasi di kelas bawah makin banyak dikompromikan.
Pembeli tetap perlu memeriksa kondisi fisik, status perlindungan tahan air, serta sisa masa pembaruan perangkat lunak pada unit yang dipilih. Namun, dengan fondasi perangkat keras yang lebih lengkap, flagship bekas dapat menawarkan nilai pakai yang lebih rasional di tengah kenaikan biaya komponen.
