Ford Tarik Rem Insinyur Senior, AI Ternyata Belum Cukup Menjaga Kualitas Mobil

Author: Redaksi Android62

Ford merasakan langsung bahwa otomatisasi berbasis AI belum cukup untuk menjaga mutu produksi mobil. Setelah kualitas produknya terganggu, perusahaan itu memanggil kembali sejumlah insinyur veteran yang sempat terkena PHK untuk membantu memperbaiki proses desain dan produksi.

Pendekatan baru itu memberi hasil cepat. Kualitas mobil Ford naik signifikan, dan perusahaan kemudian meraih JD Power US Initial Quality Study 2026, penghargaan kualitas pertama yang mereka dapatkan dalam 16 tahun.

Insinyur senior kembali ditempatkan di garis depan

Charles Poon, VP Vehicle Engineering Ford, mengatakan AI memang alat yang sangat berguna. Namun, performanya tetap bergantung pada kualitas data yang dipakai untuk melatihnya.

Menurut Poon, dalam beberapa tahun terakhir Ford kurang memberi perhatian pada pengetahuan para insinyur berpengalaman di tengah siklus pengembangan produk. Perusahaan sempat berharap AI yang sudah dilatih dengan syarat desain bisa langsung menghasilkan mobil berkualitas tinggi, tetapi hasilnya belum menyamai kinerja karyawan veteran.

Kini Ford mengambil pendekatan berbeda. Poon menegaskan bahwa perusahaan harus memastikan AI dilatih oleh orang-orang yang paling berpengalaman jika ingin mendorong otomatisasi secara efektif.

300 insinyur veteran membantu menekan risiko produksi

Ford telah merekrut 300 insinyur veteran di divisi rekayasa kendaraan bermotor dalam beberapa tahun terakhir. Mereka tidak terikat jadwal produksi harian dan bekerja seperti auditor internal.

Tugas mereka adalah meninjau desain sejak awal untuk mendeteksi potensi kegagalan sebelum cetak biru dipakai di pabrik. Dengan cara ini, Ford berharap masalah produksi bisa ditekan sejak tahap perencanaan.

Aspek Langkah Ford Dampak
Tenaga ahli Merekrut 300 insinyur veteran Menjadi auditor internal desain
Proses kerja Meninjau desain lebih awal Mendeteksi potensi kegagalan sebelum produksi
Hasil bisnis Mutu produk membaik Biaya garansi dan recall turun

CEO Ford Jim Farley menilai peningkatan kualitas produk turut menurunkan biaya garansi dan recall yang biasanya membebani perusahaan. Dampak itu menunjukkan bahwa perbaikan mutu tidak hanya berpengaruh pada lini produksi, tetapi juga pada beban keuangan perusahaan.

Kasus Ford memperlihatkan bahwa otomatisasi berbasis AI tidak selalu cukup bila tidak didukung pengalaman manusia. Di industri otomotif, keputusan desain dan produksi yang keliru bisa berujung mahal, sehingga peran insinyur senior kembali dianggap penting dalam menjaga kualitas.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru