Ford mencetak lonjakan yang jarang terjadi dengan menjadi merek mainstream terbaik dalam studi initial quality terbaru JD Power, bahkan finis di atas Lexus. Capaian ini langsung menarik perhatian karena datang di saat reputasi Ford masih lekat dengan deretan recall besar.
Di sisi lain, data recall perusahaan itu memang masih berat. Tahun lalu Ford menjalankan 153 kampanye recall, dan hingga 2026 jumlahnya sudah mencapai 51 recall, jauh di atas Stellantis dengan 19, GM dengan 17, dan Toyota dengan 15.
Kualitas awal naik tajam
JD Power menilai masalah yang dialami pemilik dalam 90 hari pertama kepemilikan, dan tahun ini hasil industri menunjukkan perbaikan luas. Gangguan dilaporkan turun di sembilan dari 10 kategori yang dinilai, sementara rata-rata industri membaik dari 192 menjadi 175 masalah per 100 kendaraan atau PP100.
Ford mencatat 152 PP100 dan menempati posisi terbaik di kelompok mainstream, mengungguli Nissan dengan 156 PP100 dan Buick dengan 162 PP100. Secara keseluruhan, Ford juga naik ke posisi ketiga, di bawah Genesis yang berada di peringkat kedua dengan 151 PP100 dan di atas Lexus yang turun ke posisi keempat.
Tiga model ikut mengangkat nama Ford
Ford turut membawa pulang tiga penghargaan untuk kendaraan dengan peringkat tertinggi di segmennya. Tiga model itu adalah Mustang, F-150, dan F-Series Super Duty.
Perusahaan menyebut hasil tersebut sebagai buah dari kerja selama 16 tahun. Ford juga mengatakan mereka berhasil mencatat 41 masalah lebih sedikit per 100 kendaraan dibandingkan tahun lalu, sebuah perbaikan yang besar dalam ukuran industri ini.
CEO Jim Farley menegaskan bahwa banyak pihak dulu meragukan kemampuan perusahaan Amerika dengan tenaga kerja besar untuk bersaing dalam kualitas. Ia mengatakan Ford kini bukan hanya produsen mobil paling Amerika, tetapi juga “gold standard” untuk kualitas kendaraan baru.
Apa yang diperbaiki Ford
Ford mengaitkan peningkatan itu dengan upaya panjang memperbaiki pengalaman infotainment, menggabungkan berbagai tim, dan melibatkan pemasok lebih awal agar masalah saat peluncuran bisa ditekan. Langkah tersebut dinilai penting karena sistem infotainment masih menjadi penarik terbesar ke bawah dalam penilaian kualitas awal.
JD Power menyebut masalah konektivitas terus menekan pengalaman pelanggan, termasuk isu Android Auto dan Apple CarPlay yang menyumbang kenaikan 1,4 PP100 dalam laporan masalah. Bahkan komponen sederhana seperti cup holder ikut memberi dampak, karena desain yang lebih mudah dijangkau dan mampu menampung berbagai ukuran gelas atau botol membantu meningkatkan hasil initial quality tahun ini.
Porsche tetap paling tinggi
Meski Ford memimpin di kelas mainstream, Porsche menjadi merek dengan performa terbaik secara keseluruhan dengan 138 PP100. Porsche 911 juga dinobatkan sebagai kendaraan dengan initial quality terbaik secara umum dan mengalahkan Chevrolet Corvette di segmen premium sporty car.
Porsche Cars North America CEO Timo Resch mengatakan penghargaan itu mencerminkan fokus teliti pada detail terkecil yang dikerjakan para insinyur mereka. Ford memang belum melampaui Porsche, tetapi pencapaiannya kali ini tetap menandai perubahan besar dalam peta kualitas kendaraan baru.
Pergerakan merek lain
Infiniti menutup daftar dengan 235 PP100, meski angka itu membaik dari 242 pada tahun sebelumnya. Audi yang sebelumnya berada di posisi terbawah pada 2025 dengan 269 PP100 juga membaik menjadi 225 PP100 dan naik tiga peringkat.
Land Rover mencatat kemajuan dari 208 menjadi 173 PP100, meski masih sedikit di atas rata-rata industri. Lexus turun dari posisi pertama ke posisi keempat, sedangkan Lincoln naik dua posisi dan menempati urutan keenam di antara merek premium.
Di level model, daftar pemenang lain juga tersebar di berbagai segmen. Nama-nama yang meraih penghargaan antara lain Kia K4, Hyundai Sonata, Cadillac CT4, BMW Seri 2, Seri 5, dan Seri 8, Nissan Rogue, Chevrolet Blazer, Hyundai Venue, Subaru Ascent, Chevrolet Tahoe, Toyota Sequoia, Cadillac XT5, Lexus NX, BMW X2, X6, X7, Kia Carnival, dan Hyundai Santa Cruz.
Source: www.carscoops.com






