Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter langsung membuat biaya isi penuh tangki Avanza dan Xpander menembus kisaran Rp700 ribuan. Dampaknya terasa nyata bagi pengguna mobil keluarga yang mengandalkan kendaraan itu setiap hari.
Untuk Toyota Avanza, kapasitas tangki 43 liter membuat biaya full tank dari kondisi kosong hingga penuh mencapai Rp698.750. Mitsubishi Xpander bahkan membutuhkan Rp731.250 karena kapasitas tangkinya lebih besar, yakni 45 liter.
Beban yang langsung terasa di pemakaian harian
Kenaikan ini membuat pengeluaran operasional ikut naik, terutama bagi pengemudi transportasi online, pelaku UMKM, dan keluarga perkotaan. Kelompok tersebut umumnya memakai BBM non-subsidi, sehingga harus mengikuti harga yang bergerak sesuai kondisi pasar.
Selisih biaya setiap kali mengisi penuh tidak lagi kecil. Pada Avanza, tambahan dana yang dibutuhkan mencapai Rp167.700 per full tank, sedangkan pada Xpander bertambah Rp175.500 per sekali isi penuh.
Avanza masih efisien, tetapi biaya isi ulang naik tajam
Toyota Avanza tetap dikenal populer karena konsumsi BBM yang relatif efisien, biaya perawatan terjangkau, dan jaringan bengkel yang luas. Namun, kenaikan harga Pertamax pada Juni 2026 tetap menggerus keunggulan itu dari sisi biaya harian.
Saat harga Pertamax masih Rp12.300 per liter pada Maret 2026, biaya isi penuh Avanza hanya sekitar Rp531.050. Dengan tarif baru, selisihnya menjadi Rp167.700 setiap kali tangki diisi sampai penuh.
Jika pengisian dilakukan satu sampai dua kali dalam seminggu, beban tambahannya berpotensi membesar dalam hitungan bulanan. Karena itu, pemilik mobil keluarga mulai lebih cermat menghitung kebutuhan BBM mereka.
Xpander tetap diminati meski biaya BBM ikut terdorong
Mitsubishi Xpander masih menjadi pilihan banyak konsumen karena kabinnya nyaman, suspensinya mendukung perjalanan jauh, dan kapasitas angkutnya cocok untuk keluarga maupun usaha. Kenaikan harga BBM tidak mengubah daya tarik utamanya, tetapi tetap menambah biaya operasional.
Sebelumnya, pengisian penuh Xpander hanya membutuhkan sekitar Rp555.750. Kini, angka itu naik menjadi Rp731.250, atau bertambah Rp175.500 setiap kali pengisian penuh dilakukan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi tidak hanya memengaruhi angka di pom bensin, tetapi juga pola pengeluaran pemilik mobil harian. Bagi pengguna yang rutin menempuh jarak jauh, perbedaan itu bisa semakin terasa dari waktu ke waktu.
Source: moladin.com






