G-Shock Merah Bernuansa Lentera Jepang, Casio Ubah Jam Klasik Jadi Koleksi Tematik

Casio membawa dua G-Shock bertema lentera kertas merah Jepang ke pasar Amerika Serikat dengan pendekatan desain yang sangat kuat. DW-6900AKA-4 dan DW-5600AKA-4 kini tersedia melalui situs resmi Casio dan kanal ritel standar, masing-masing dibanderol $190.

Keduanya bukan menawarkan mesin baru, melainkan penekanan pada identitas visual yang terasa lebih terkurasi. Casio mempertahankan fondasi seri 5600 dan 6900 yang sudah dikenal luas, lalu membungkusnya dengan tema aka-chochin yang lekat dengan suasana kedai di Jepang.

Nuansa lentera terlihat dari detail kecil

Warna merah mendominasi case dan strap pada kedua model ini, sementara tombol serta loop band dibuat hitam agar menyerupai dudukan berlapis lak gelap pada lentera tradisional. Casio juga memakai resin berbasis bio untuk case dan band sebagai bagian dari pendekatan material yang lebih baru.

Sentuhan tematik berlanjut ke dial melalui karakter kanji yang berarti ketahanan terhadap guncangan. Lampu latar LED menjadi detail paling menonjol karena memakai cahaya oranye hangat, bukan putih standar, sehingga kesannya mengikuti lentera yang menyala di malam hari.

Kedua jam ini juga dilengkapi engraving khusus di bagian belakang casing dan dikirim dalam kemasan bertema. Elemen-elemen itu menegaskan bahwa rilisan ini memang diarahkan sebagai produk dengan konsep desain yang lebih kolektibel.

Dua format klasik yang berbeda karakter

DW-5600AKA-4 mempertahankan bentuk kotak khas seri 5600 dengan dimensi 48,9 x 42,8 x 13,4 mm dan bobot 53 gram. Model ini cocok bagi pengguna yang menyukai profil G-Shock klasik yang lebih ringkas di pergelangan tangan.

DW-6900AKA-4 hadir dengan bentuk bulat khas seri 6900 dan tampilan triple-graph. Ukurannya 53,2 x 50 x 18,7 mm dengan bobot 67 gram, sehingga tampil lebih tebal dan lebih menonjol saat dipakai.

Perbedaan keduanya terutama terletak pada bentuk case dan ukuran. Dari sisi fitur inti, Casio memberi paket yang sama pada dua model tersebut.

Fitur dasar tetap dipertahankan

Casio tidak mengubah karakter utama G-Shock pada seri ini. Kedua model tetap membawa shock resistance dan ketahanan air hingga 200 meter.

Layar dilindungi kaca mineral, sementara sumber dayanya menggunakan baterai CR2016 yang diklaim bertahan sekitar lima tahun. Paket fitur digital yang tersedia juga tetap familier bagi penggemar lini klasik G-Shock.

Pengguna mendapat stopwatch 1/100 detik, countdown timer 24 jam, alarm multifungsi, kalender otomatis penuh, dan flash alert. Fitur flash alert menghubungkan lampu latar dengan bunyi alarm agar sinyal yang muncul terasa lebih jelas.

Dengan komposisi seperti itu, Casio tampak sengaja menempatkan desain sebagai nilai jual utama. Basis teknisnya tetap sama, tetapi ekspresi visualnya dibuat jauh lebih kuat dibanding rilisan reguler.

Dirancang untuk pembeli yang mengejar karakter

Strategi ini menunjukkan masih ada ruang besar bagi Casio untuk mengeksplorasi estetika di lini G-Shock. Dengan modal model 5600 dan 6900 yang sudah mapan, perusahaan bisa bermain lebih jauh pada warna, pencahayaan, material, dan referensi budaya.

Tema aka-chochin membuat dua model ini mudah dibedakan dari G-Shock biasa. Bagi kolektor, detail seperti LED oranye, karakter kanji, engraving khusus, dan kemasan bertema memberi alasan yang kuat untuk meliriknya.

Di pasar Amerika Serikat, kedua model sudah tersedia lewat jalur penjualan resmi Casio dan ritel standar. Dengan harga $190 per unit, keduanya menawarkan kombinasi jam klasik dan konsep visual yang tidak biasa.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait